Empat Mayat Ditemukan di Gunung Everest

Pemerintah Nepal mencari bantuan untuk mengidentifikasi empat pendaki yang mayatnya ditemukan di Gunung Everest selama musim pendakian yang mematikan di puncak tertinggi dunia tersebut.

Menurut Agence France-Presse, jenazah-jenazah tersebut hampir menjadi kerangka karena kondisi pegunungan yang brutal dan dibawa turun sebagai bagian dari upaya pembersihan gunung. Para pejabat tidak yakin berapa lama jenazah itu berada di Everest, AFP melaporkan.

“Kami sedang menunggu keluarga datang dan menjemput mayat-mayat tersebut,” Dandu Raj Ghimire, direktur jenderal Departemen Pariwisata, mengatakan kepada Reuters, Kamis.

Sekitar 300 orang telah meninggal di Everest selama bertahun-tahun, termasuk setidaknya 11 pada musim pendakian ini, yang disebabkan oleh lereng yang curam, pendaki yang tidak berpengalaman dan cuaca buruk.

Mira Acharya, seorang direktur di Departemen Pariwisata Nepal, mengatakan kepada The New York Times bahwa jika keluarga tidak datang untuk mengklaim jenazah, jenazah akan dikremasi. Pemerintah berencana untuk bekerja dengan kedutaan besar di Kathmandu, ibukota Nepal, untuk menghubungi keluarga pendaki asing yang meninggal di Everest, lapor Times.

Ketika pendaki mati di Everest, tubuh mereka jarang diturunkan, mengingat kondisi mematikan di gunung. Khususnya di “zona kematian”, area antara kamp terakhir dan puncak, udaranya sangat tipis di atas gunung sehingga pendaki dan Sherpa lainnya tidak dapat membawa mayat pendaki tanpa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri. Akibatnya, tubuh dan gundukan sampah telah menumpuk selama bertahun-tahun di puncak gunung yang lebih dari 29.000 kaki. Lebih dari 24.000 pon sampah telah dibersihkan tahun ini karena pejabat memerintahkan untuk membersihkan gunung, The Associated Press melaporkan.

Ide pembersihan datang bersamaan dengan bertambahnya jumlah pendaki. Alan Arnette, seorang blogger Everest terkemuka yang melacak musim pendakian, mengatakan ada hampir 900 pendaki mencapai puncak pada 2019. Angka-angka tersebut menyebabkan beberapa pendaki gunung menyalahkan 11 kematian tahun ini kepada masalah kepadatan. Foto-foto dari gunung menunjukkan pendaki mengantri panjang menuju agar bisa sampai ke puncak.

Pendaki menyalahkan perusahaan pemandu yang bersedia membawa pendaki tidak berpengalaman yang dapat membayar ke puncak. Pemerintah Nepal mengatakan cuaca buruk membatasi jumlah hari yang memungkinkan untuk mencapai puncak, semakin memperburuk masalah di gunung.

Dalam beberapa tahun terakhir, ketika salju dan es mencair di Everest, makin banyak mayat beku dan sampah ikut mencair, mendorong upaya pembersihan.

Comments

comments

Loading...
loading...