Sebarkan Berita Bohong, Ustad Lancip Tidak Hadiri Pemeriksaan Polda Metro Jaya

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan ulang untuk Ahmad Rifky Umar Said Barayis atau yang dikenal Ustad Lancip. Ustadz Lancip akan dimintai keterangan sebagai saksi atas pernyataanya yang menyebutkan 60 orang meninggal dunia dalam kerusuhan 21 – 22 Mei 2019.

“Agenda pemeriksaan ulang pada Senin, 17 Juni 2019,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Selasa (11/6/2019).

Ustadz Lancip sebelumnya sudah diagendakan menjalani pemeriksaan oleh penyidik pada Senin (10/6/2019) pukul 10.00 WIB. Namun ternyata ia tidak bisa hadir dalam pemeriksaan itu disebabkan ada kegiatan lain yang harus dihadiri. Pemeriksaan pun dijadwalkan ulang pekan depan.

“Agendanya iya diperiksa hari ini, tapi nggak hadir. Alasannya nggak bisa hadir karena ada kegiatan lain yang sudah terjadwal. Lalu, minta dijadwal ulang,” ujar Argo.

Ustadz Lancip diperiksa sebagai saksi atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan berita bohong yang terjadi pada 7 Juni 2019 di Depok, Jawa Barat. Pada video yang beredar itu, ia menyebutkan, ada sebanyak 60 orang tewas dan ratusan orang masih hilang akibat aksi ricuh 21 – 22 Mei 2019.

Pemeriksaan iitu adalah rujukan terkait adanya laporan polisi (LP) masuk pada 7 Juni 2019. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/3473/VI/2019/PMJ/Dit Reskrimsus. Kemudian, rujukan Surat Perintah Penyelidikan nomor SP/Lidik/875/VI/RES.2.5/2019/Dit Reskrimsus, tanggal 8 Juni 2019.

Ustaz Lancip disangkakan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

Comments

comments

Loading...