Lelaki Ini Nekat Lakukan Pembunuhan untuk Menebus Istri yang Telah Digadaikan Senilai Rp 250 Juta

Hori (43) warga Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, membuat geger Kabupaten Lumajang, karena telah melakukan pembunuhan berencana. Dengan menggunakan sebilah celurit tersangka melakukan pembunuhan di jalan desa di Dusun Argomulyo, Desa Sombo, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang.

Namun, tersangka ternyata salah sasaran, awalnya ia berencana akan melakukan pembunuhan terhadap Hartono (40) warga Desa Sombo. Akan tetapi, aksi brutal tersebut justeru salah sasaran, yang terbunuh malahan Muhammad Toha (34) warga Desa Sombo.

Peristiwa pembunuhan berencana salah sasaran ini, awalnya karena ulah tersangka yang meminjam uang kepada Hartono senilai Rp250 juta. Hori pun menjadikan istrinya sendiri yang berinisial R (35), sebagai jaminan hutang kepada Hartono.

R diserahkan kepada Hartono, sampai Hori mampu melunasi hutangnya. Setelah satu tahun berlalu, Hori ingin menebus hutangnya dengan cara memberikan sebidang tanah supaya istrinya bisa diambil kembali. Namun Hartono menolak dan meminta agar utang tersebut dikembalikan dalam bentuk uang, bukan diganti dengan sebidang tanah.

Akhirnya Hori pun kecewa dan merencanakan pembunuhan. Niatnya akan membunuh Hartonopun dilampiaskannya dengan mendatangi Hartono yang berada di wilayah Desa Sombo. Ketika melihat seseorang yang mirip Hartono, pelaku langsung membacok korban. Namun, setelah terjadi pembacokan, pelaku keget karena yang dibacok ternyata orang lain yang bernama Muhammad Toha.

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban menegaskan, tersangka Hori telah berhasil ditangkap, beserta barang bukti berupa sebilah celurit, dan sejumlah pakaian korban. “Ini kasus yang sangat memprihatinkan, karena pelaku mengaku menggadaikan istrinya sendiri. Kami masih mendalami motif yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini,” ujarnya.

Menurut doktor bidang hukum bisnis tersebut, kasus ini sangat aneh dan di luar akal sehat, karena sang suami tega menggadaikan istrinya sendiri demi bisa meminjam uang senilai Rp250 juta. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra menyebutkan, tersangka mengakui telah merencanakan aksi pembunuhan tersebut.

“Sementara ini, motif yang berhasil diungkap adalah hutang-piutang. Saat melancarkan aksinya, ternyata tersangka salah sasaran. Akibat perbuatannya, tersangka kami jerat pasal 340 KUHP, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Comments

comments

Loading...
loading...