Paul Pogba: Islam Membuat Hidup Saya Lebih Damai

Paul Pogba memutuskan untuk menjadi seorang mualaf ketika usianya 20 tahun, sekalipun ¬†gelandang Manchester United ini, sebelumnya bukan seorang muslim sekalipun terlahir dari seorang ibu muslim. Ia pun menuturkan kepada The Times’ new Lige Times podcast pandangannya terhadap Islam dikutip dari laman portal berita olahraga Daily Mail.

“Bagi saya Islam adalah segalanya. Agama yang membuat saya menjadi pribadi yang selalu bersyukur atas semua yang telah saya dapatkan di kehidupan ini,” ujar Pogba.

Ia mengakui perubahan yang sangat baik dalam hidupnya dan Islam telah memberinya ketenangan hati. “Saya memutuskan untuk menjadi seorang muslim dikarenakan saya memiliki banyak teman muslim. Akhirnya, saya mencoba salat satu kali bersama teman-teman. Ternyata, hati saya merasa lebih tenang,” ujarnya.

Sejak saat itu, Pogba mengakui selalu melaksanakan salat. Kata Pogba, ‚ÄúDalam Islam, anda wajib salat lima kali sehari. Itu adalah pondasi dasar Islam. Tujuannya agar Anda bisa selalu mengingat Allah, memohon ampun kepada-Nya, bersyukur atas semua yang Anda miliki, dan lain-lain.”

Islam menurut Pogba adalah agama yang membuka pikiran dan pribadinya menjadi lebih baik. “Setidaknya, sekarang saya menjadi seseorang yang lebih memikirkan tentang kehidupan setelah mati (akhirat),” ujarnya.

“Islam membuat saya berubah, menyadari segalanya dalam hidup. Islam membuat saya merasa lebih damai. Ini perubahan yang bagus dalam hidup saya, karena saya lahir bukan sebagai seorang Muslim, meski ibu saya seorang pemeluk Islam,” pungkas pemain yang pernah meraih Piala Dunia bersama Tim Nasional Prancis tersebut.

Comments

comments

Loading...
loading...