O – Bahn Diharapkan Menjadi Alternatif Jawaban Kemacetan Kota Besar

Indeksnews – Permasalahan kota besar adalah kemacetan yang sering kali menjadi ‘momok’ yang terjadi dikota – kota besar seperti Jakarta dan kota lainnya di Indonesia.

Tak hanya kemacetan yang jadi masalah, namun permasalahn timbul mengenai lahan untuk membangun jalur – jalur transportasi tersebut. Karena memang dibutuhkan lahan untuk jalur transportasi yang sedang dikembangkan yang otomatis akan mengusur perumahan penduduk sedangkan dikota – kota besar sudah padat dengan penduduk.

Untuk mengatasi hal tersebut banyak solusi yang dicoba untuk mengatasi kemacetan di kota – kota besar yaitu dengan membangun transportasi publik yang terstruktur, sistematis dan masif yaitu seperti busway, MRT dan LRT yang masih sedang dalam pembangunan di kota Jakarta.

Tahun 2019 ini Kementerian Perhubungan tengah mengkaji moda transportasi bus yang menggunakan jalur khusus seperti jalur kereta yang telah dikembangkan di beberapa negara dengan sistem O-Bahn sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan di kota – kota besar.

O – Bahn Busway adalah Transportasi massal yang merupakan gabungan antara Bus Rapid Transit (BRT) dan Light Rapid Transit (LRT) yang di klaim sebagai alternatif pilihan angkutan massal perkotaan di Indonesia yang akan mengatasi kemacetan di kota besar. Benarkah?

Menurut Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini banyak dikembangkan moda angkutan massal seperti misalnya : O-Bhan, yang dapat dibangun dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan LRT, namun agak lebih mahal dibandingkan dengan BRT biasa.

“Konsepnya menarik, pakai bus biasa, tapi disediakan jalan khusus sehingga tidak ikut arus kemacetan jalan biasa. Kapasitasnya lebih besar dari pada busway, tapi lebih kecil dari LRT. Anggarannya memang lebih besar dari pada busway karena kita harus membangun beberapa ruas jalur. Untuk tempatnya mungkin di luar dari Jakarta, karena itu kita perlu lihat lagi bagaimana masterplan kotanya. Maka kita perlu kaji lebih lanjut dan duduk bersama dengan Pemda dan stakeholder terkait,” ujar Zulfikri dalam diskusi “Ngobrol Seru Transportasi: O – Bahn” di salah satu Cafe di bilangan Kebayoran, Jakarta Selatan, Minggu (23/6/19).

“Nah Ini sebuah challenge buat kami bagaimana caranya menekan jumlah kendaraan pribadi yang memenuhi jalan dengan mengoptimalkan transportasi massalnya, nah O – Bahn salah satu solusinya. Namun memang perlu dikaji lebih dalam untuk hal tersebut. Karena memang banyak yang harus di kaji mulai dari regulasi, lahan dan semua yang berhubungan dengan pengoptimalan transportasi massal tersebut,” kata Budi Setiyadi Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub.

Konsep O-Bahn tersebut, lanjut Budi, juga dinilai cocok dikaji di tengah rencana revisi UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan.

“Mumpung kita sedang merencanakan merevisi UU 22/2009, kan cantolannya harus ada. Tapi yang jelas, skema ini bagian kecil Kemenhub untuk memperbaiki operasional kendaraan umum di Indonesia,” tambahnya

Dengan adanya O – Bahn diharapkan masyarakat bisa menikmati transportasi massal yang nyaman, cepat dan murah seperti yang dikatakan oleh Ayushita yang hadir dalam “Ngobrol Seru Transportasi: O – Bahn”

“Saya mendambakan transportasi nyaman, walaupun jujur kita masih ketinggalan namun dengan adanya Busway, MRT, LRT seneng banget itu udah lebih dari cukup apalagi bakal adanya rencana O – Bahn Busway nantinya,”tutup Ayushita.

Perlu diketahui Bus ini memiliki roda pandu yang berada di samping ban depan bus. Roda pandu ini menyatu dengan batang kemudi roda depan, sehingga ketika bus memasuki jalur O-Bahn, supir tak perlu lagi mengendalikan arah bus karena roda pandu akan mengarahkan bus sesuai dengan arah rel pandu serta mencegah bus terperosok ke celah yang ada di jalur. Sistem ini pertama kali diterapkan di Kota Essen, Jerman dan saat ini sudah digunakan di berbagai negara seperti Australia dan Jepang.

Hadir sebagai narasumber pada diskusi ini Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Pengamat dari MTI Suharto Majid dan Artis Ayushita. Ok Kita tunggu semoga O – Bahn Busway Jadi solusi kamacetan di kota besar ya. (@enny_hdyn).

Comments

comments

Loading...