Ingin Kembalikan Jati Diri Bangsa, Kridha Dhari Canangkan Gerakan Selasa Berkebaya

Komunitas Kridha Dhari yang terdiri dari beberapa perempuan berbudaya berinisiatif dengan mencanangkan gerakan Selasa Berkebaya dengan berkumpul di stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat Selasa (25/6).

Komunitas yang berdiri mulai bulan Februari 2019 ini adalah sebuah wadah yang ingin menyatukan seluruh komunitas atau pelaku budaya di dalam satu wadah. Dengan harapan dapat bersinergi dengan seluruh pelaku budaya di Indonesia dan bersama-sama saling mempromosikan budaya Indonesia ini bisa semakin kuat rasa persatuannya.

“Saat ini Kridha Dhari adalah tempat untuk menjalin networking serta bisa membantu publikasi disetiap media-media digital KridhaDhari dan program program KridhaDhari,” kata Prescilla Estevina T salah satu penggagas komunitas ini di Jakarta, pada Selasa (25/6/19).

Dicetuskannya budaya Selasa Berkebaya Kridha Dhari ingin mengembalikan kembali jati diri bangsa yang saat ini  ada beberapa indikasi yang mengarahkan kepada pakaian yang bukan asli budaya Indonesia. Dengan adanya Selasa berkebaya, komunitas Kridha Dhari mencoba mengajak kembali bahwa pakaian kebaya adalah identitas diri wanita Indonesia.

“Ini kedua kalinya kami canangkan Selasa Berkebaya dan memperkenalkan kembali ini lho pakaian kita.. Yuk kita coba kembalikan jati diri bangsa kita. Situasi saat ini ada yang mengarahkan pakaian dengan dikaitkan agama tertentu padahal di Indonesia kan ada 5 agama. Itu salah satu alasannya kami canangkan Selasa Berkebaya,” papar wanita yang akrab dipanggil Chilla ini.

“Jika ditarik kebelakang, sejarah Indonesia justru sebelum masuk agama Islam justru kebaya dicetuskan oleh para pemuka agama Islam dengan tampilan yang lebih tertutup yang kita kenakan saat ini,” tambah Chilla.

Dengan adanya gerakan Selasa Berkebaya, Kridha Dhari sekaligus juga ingin mengembalikan kembali bahwa wajib mencintai agama  tetapi kita harus pisahkan apa yang menjadi budaya Indonesia.

“Mari kita ajak memperkenalkan kembali busana Indonesia. Ke depannya kita terus menyatukan mencari para pelaku komunitas budaya lain supaya apa yg kita lakukan ini bisa diaplikasikan ke daearah-daerah lain agar kita bisa bersinergi yang tentunya kita punya kebudayaan yang memang tentunya budaya itu  sangat kaya dan perlu diperhatikan agar para pelaku budaya di daerah bisa sejahtera dan bisa memahami bahwa budaya itu juga merupakan aset,” papar Chilla.

Kali ini gerakan Selasa Berkebaya dipilih dengan mengambil lokasi di stasiun MRT Dukuh Atas, selain memperkenalkan gerakan ini kepada masyarakat luar, lokasi ini juga dianggap cocok karena stasiun Dukuh Atas merupakan lintas 3 lokasi di Jakarta sekaligus mengajak masyarakat bahwa harus sudah mulai beralih ke jenis transportasi yang dirasakan sangat nyaman saat ini.

Kridha Dhari yang beranggotakan lebih dari 50 wanita berbudaya ini juga menggandeng komunitas Perempuan Berkebaya yang bersama-sama menggaungkan Indonesia berkebaya. (@enny_hdyn).

Comments

comments

Loading...