Tertunda 9 Tahun, Film ” Dua Garis Biru” Mulai Tayang 11 Juli 2019

Setelah sukses dengan drama remaja Yowis Ben, Starvision kembali memproduksi film terbarunya berjudul “Dua Garis Biru” yang kali ini berkolaborasi dengan Wahana Kreator.

Film drama remaja

Dua Garis Biru sendiri merupakan film pertama garapan sutradara Gina S Noer, yang sebelumnya lebih aktif menjadi seorang produser dan penulis skenario film.

Gina mengungkapkan bahwa perlu waktu yang panjang untuk meyakinkan dirinya sendiri menggarap dan menyelesaikan proyek film ini. Menurutnya, ide membuat film ini telah muncul pada 2009 dan telah ditulis sejak 2010 silam akan tetapi ada hal-hal yang harus dilalui hingga akhirnya Dua Garis Biru rilis.

Dia menyampaikan hal tersebut terkait dengan perannya sebagai seorang ibu dan seniman yang kala itu masih kesulitan untuk menyelesaikan naskah dengan berbagai masalah yang kompleks dari perjalanan karakter dan keluarga yang ada.

“Saya tidak menyesal film ini tertunda hingga 9 tahun, karena perjalanan saya menjadi orang tua itu benar-benar membuka pikiran dan hal-hal penting yang akhirnya menjadi pondasi cerita dari filmnya sendiri, pak Parwez sangat intens menanyakan hal itu pada saya, setiap ketemu pasti ditanya kapan kita garap filmnya.”ungkap Gina S Noer di sela konfrensi pers dan screening media di XXI Epicentrum, Jakarta, Kamis (27/6/19).

“Kesabaran pak Parwez dan Starvision yang akhirnya juga membuat saya menyelesaikan semuanya dan didapuk sebagai sutradara, rasanya kayak melahirkan, lebih stress daripada mau nikah juga sih,” ujar Gina S. Noer

Sementara itu, produser film Chand Parwez Servia mengungkapkan bahwa Dua Garis Biru merupakan film yang sangat penting untuk pembelajaran bersama bagi masyarakat Indonesia. Film Dua Garis Biru lebih jujur memberikan ilustrasi pemahaman dan pembelajaran mengenai banyak hal, mulai dari hubungan keluarga, konsekuensi, dan tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan serta memahami pentingnya edukasi pendidikan seksual sejak dini.

“9 tahun kami menunggu Gina mengarap film ini. film yang menurut saya cukup penting, saya selalu mendesak mba Gina meski banyak pertimbangan. 9 tahun bukan lama, karena film ini harus matang. Ini film baper, tapi paling penting ini film mengajarkan kita untuk mempersiapkan diri untuk siapapun, saya sebagai orang tua atau anak. Banyak disekitar kita ada hal dan cenderung kita menutupinya. Film harus memberikan manfaat, kita juga merasa berpartisipasi dan akan lebih bermartabat dan memiliki nilai di kehidupan kita sesungguhnya.”ujar Chand Parwez

“Film ini memang ilustrasi tapi kehidupan kita realitasnya begini. Terima kasih kepada mba Gina yang telah mau diminta jadi sutradara. Mudah – mudahan ini menjadi film yang menjadi sumbangsih bagi masyarakat Indonesia. Banyak hal tidak hanya remaja tapi juga parenthood, dan lain lain,”tambah Chand Parwez

Zara JKT48 yang terlibat di film ini mengaku sempat minder namun banyak belajar dari cerita yang diangkat di film Dua Garis Biru.

“Kalau aku pas pertama kali ditawarin itu kan pas baca sinopsisnya gak nyakin aku gak mungkin jadi dara pasti aku jadi adiknya dara karena dara jan 17 tahun aku minder duluan karena aku pendek aku nggak mungkin jadi anak SMA padahal aku udah SAMA. Pas dibilang Iya kamu jadi Daranya terus

kayak hah? Bener serius. Aku dalam diri aku takut, bisa nggak ya udah pesimis duluan. Pas casting sampe tiga kali tante Gina jelasin detailnya pelan pelan alhamdulillah keterima dan proses readingnya kita lama banget dan dibantu banget sama aktris dan aktor senior, yang jadi papa mama. Mereka mau filmnya bagus meski mereka udah tau harus gimana tapi mereka sangat membantu kami sebagai junior untuk membuat film ini bagus,”ujar Artis bernama lengakap Adhisty Zara ini.

“Karena menurut kita berdua film ini sangat positif, pesannya harus diketahui SMA, anak remaja yang kita gatau di sekolah dan di rumah. Aku banyak belajar di film ini, apalagi karakter aku sebagai Dara di film ini membuat aku memang harus banyak belajar,”tambah Zara JKT48

Film ini berkisah tentang DARA (Zara JKT48) dan BIMA (Angga Yunanda) bukan pasangan kekaslh sempurna, bisa jadi diri sendiri. Kebodohan bisa di tertawakan dan kerapuhan tak perlu di tutupi.Rasa nyaman lebih dari sekadar kata sayang atau clnta. Usia 17 tahun tak pernah sesempurna ini.

Hingga muncul keberanian baru di antara mereka. Berdua mereka melanggar batas tanpa tahu konsekuenslnya.

Kini Bima dan Dara berusaha menjalani tanggung Jawab atas pillhan mereka. Mereka pikir mereka siap Jadi dewasa untuk menghadapi segala konsekuensinya. Namun, tentu keluguan mereka langsung diuji saat keluarga yang amat mencintai mereka tahu, lalu memaksa masuk dalam perjalanan pilihan mereka.

Film yang di bintangi oleh Angga Yunanda, Zara JKT48, Cut Mini, Lulu Tobing, Dwi Sasono, MisyaKana, Rachel Amanda, Bintang Emon, Lidwina Hananto, Rahma Alia, Irgi Fahrezi, Cindy JKT 48, Ariel jkt 48, Shakira Jasmine, Rafil Prasetya bakal tayang 11 Juli 2019. (@enny_hdyn).

 

 

Comments

comments

Loading...
loading...