Nasib Pemilik Akun Penyebar ‘The New Firaun’ yang Menghina Jokowi Ditentukan dalam Waktu 1X24 Jam

Diduga menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan menyebarkan foto editan tidak terpuji, pemilik akun facebook Aida Konveksi status hukumnya masih terperiksa. Namun, dalam waktu 1 X 24 jam, penyidik Polres Blitar Kota harus memutuskan apakah yang bersangkutan masih terperiksa atau meningkat menjadi tersangka.

“Kami memiliki waktu 1X24 jam untuk melakukan gelar perkara dan menentukan status yang bersangkutan,” ujar Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono, dikutip dari sindonews.com Selasa (2/7/2019).

Pada foto profilnya, pemilik akun Aida Konveksi merupakan seorang perempuan muda berjilbab. Dengan menuliskan alamat akun itu adalah di Jalan Batarana Barat 2 No 42, Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Juga terdapat alamat sebuah usaha butik di Malang.

Dalam pemeriksaan itu, yang bersangkutan telah mengakui menyebarkan foto editan tidak terpuji Presiden Jokowi. Foto editan seperti mumi dan diberi keterangan “The New Firaun” itu kata dia diambil dari akun lain yang diunggahnya Senin (1/7) malam, dan langsung viral.

“Usai memposting, pemilik akun mengaku banyak mendapat telepon yang mengingatkan segera menghapus postingan,” ujar Heri. Unggahan yang mengandung unsur penghinaan  lambang negara itu langsung terdeteksi cyber patrol Polres Blitar Kota. Tim cyber pun langsung ditake down dan pemilik akun langsung dipanggil untuk diperiksa.

Heri mengungkapkan, pemilik akun yang saat ini tidak aktif itu bersikap kooperatif. Malam itu juga langsung datang ke mapolres untuk menjalani pemeriksaan. “Sejauh ini yang bersangkutan kooperatif, “ungkap Heri.

Pada kasus ini polisi juga masih akan meminta keterangan saksi ahli. Hal itu memastikan ada tidaknya unsur pidana.

Sebelumnya diberitakan, Polres Blitar Kota tengah menyelidiki kasus penyebaran foto Presiden Jokowi yang diedit dengan tidak terpuji di media sosial. Pemilik akun facebook yaitu Aida Konveksi, telah dipanggil untuk diperiksa. Sebab penyebaran foto itu ditengarai mengandung unsur penghinaan  lambang negara.

Sumber: SindoNews.com

Comments

comments

Loading...