Enam Wlayah Alami Pasang Surut Usai Gempa 7,0 SR di Ternate

Air laut di enam wilayah mengalami pasang-surut usai gempa bumi besar berkekuatan 7,0 skala richter (SR) yang berpusat di Ternate, Maluku Utara (Malut). Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, wilayah yang mengalami pasang-surut yaitu, di Bitung, Tobelo, Ternate, Taliabu, Jailolo, dan Xanana.

Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencabut peringatan dini tsunami terkait gempa bumi berkekuatan 7,0 skala richter (SR) tersebut. “Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa magnitudo 7,0, pada 7 Juli 2019, pukul 22.08.42 WIB, dinyatakan telah berakhir,” cuit akun Twitter resmi BMKG, Senin (8/7/2019) dini hari.

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini tsunami, sebab berdasarkan pemodelan matematis terdapat ancaman tsunami dengan status waspada untuk daerah Minahasa bagian selatan dan Minahasa Utara bagian selatan.

Rahmat Triyono mengungkapkan, parameter awal setelah terjadi gempa bumi tektonik berkekuatan 7,1 dengan lokasi 0,50 LU – 126,17 BT serta kedalaman 10 km. Namun, parameter yang telah di-update. “Kekuatan Mw 7,0. Lokasi 0,54 LU – 126,19 BT. Ke dalaman 49 km. Gempa bumi berpusat di laut 133 km barat daya Ternate, Maluku Utara,” ujar Rahmat.

Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan besar menggoyang wilayah Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut), sebanyak tiga kali. Guncangan gempa ini sebelumnya telah dinyatakan berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

BACA JUGA:  Kebakaran Landa Sekolah Agama, 27 Anak Tewas

Dari catatan BMKG gempa pertama terjadi pukul 22.08.39 WIB berkekuatan 7,1 skala richter (SR) dengan lokasi 136 km barat daya Ternate, Malut. Titik kedalam gempa mencapai 10 km. Gempa kedua terjadi dalam waktu bersamaan dengan gempa pertama, dengan kekuatan 7,1 SR dengan lokasi 135 km barat daya Ternate, Malut dengan ke dalaman 10 km.

Sementara gempa ketiga terjadi pukul 22:08:42 WIB berkekuatan 7,0 SR dengan lokasi 133 km barat daya Ternate, Malut dengan kedalaman 36 km. Sampai saat ini belum diketahui apakah gempa bumi tersebut menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan bangunan warga.

BACA JUGA

Comments

comments

Loading...
loading...