Benarkah si Jenius Audrey Yu Bekerja di NASA dan Bertemu Jokowi?

Kisah inspiratif si jenius asal Indonesia sempat viral di dunia maya, akun Facebook Rudi Kurniawan menuliskan tentang kisah Audrey Yu yang menyelesaikan sekolah dasarnya hanya 5 tahun, SMP 1 tahun, SMA 11 bulan, ketika itu usianya masih 13 tahun. Kisah Audrey banyak diberitakan di media massa.

Audrey harus memutuskan pergi ke luar negeri, untuk melanjutkan pendidikannya di University of Virginia, dengan mengambil jurusan fisika. Pada saat ia lulus SMA tidak ada kampus yang menerimanya di Indonesia di usia semuda itu.

Audrey hanya membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk merampungkan studinya dengan gelar ‘Sempurna!”. Selain Bahasa Inggris  Audrey bahkan bisa bahasa Prancis dan Rusia.

Di William and Marry University ini, Audrey ambil mata kuliah Fisika murni. Dia pun lulus S-1 fisika murni hanya dlm waktu dua tahun. Audrey kini mengajar bahasa Inggris untuk level tertinggi di Shanghai dan cukup menginspirasi anak Indonesia.

Salah satu informasi yang menyebar di media sosial Twitter, Minggu (7/7/2019), menyebutkan bahwa Audrey adalah anak muda Indonesia yang pernah bekerja di Badan Antariksa Amerika (NASA).

Juga beredar informasi lainnya, Audrey disebut telah bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT G20) di Jepang pada 28-29 Juni 2019 dan mendapatkan tawaran bekerja di sebuah lembaga pengembangan teknologi di Indonesia.

Namun, berbagai informasi yang beredar itu tidak semuanya benar. Ada fakta, dan ada pula yang tidak benar sehingga perlu diklarifikasi. Maka, pihak Bentang Pustaka, penerbit yang mencetak buku karangan Audrey yang berjudul Mellow Yellow Drama dan Mencari Sila Kelima memberikan klarifikasi melalui akun Twitter Bentang Pustaka, @bentangpustaka pada Senin (8/7/2019).

Melalui twitnya, Bentang menyatakan melalui editornya, Nurjannah Intan, bahwa ada informasi hoaks soal Audrey. “Jadi kan kemarin itu sempat viral kalau Audrey keterima kerja di NASA. Saya sempat heran, karena Audrey itu kan menerbitkan dua buku di Bentang Pustaka, dan di buku tersebut ia menuliskan semacam biografi, kisah hidup dia,” ujar Nurjannah dikutip dari kompas.com, Selasa (8/7/2019).

“Dalam biografi, dia (Audrey) sama sekali enggak ada kerja di NASA, karena passion dia ada di bidang bahasa. Dia pernah menjadi penerjemah di PBB di China juga,” kata Nurjannah.

Melalui Bentang Pustaka, orangtua Audrey juga melakukan klarifikasi bahwa tidak benar Audrey bertemu dengan Presiden Joko Widodo saat KTT G20 dan diminta bergabung dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“Bapak Audrey, Budi Loekito menelepon saya, ‘Enggak, mbak. Ini kami juga minta tolong untuk diklarifikasi'” kata Nurjannah menirukan pernyataan ayah Audrey.

Kedua orangtua Audrey pun meminta tolong pihak Bentang Pustaka untuk mengklarifikasi karena keluarga Audrey tidak terbiasa memberikan penjelasan ke media. “Akhirnya saya minta Pak Budi (ayah Audrey) untuk menuliskan pernyataan di WhatsApp itu yang kami screenshot dan kami sebarkan (melalui akun Twitter Bentang Pustaka) gitu,” kata Nurjannah.

Pihak Bentang Pustaka pun mengunggah tangkapan layar tersebut yang berisi bahwa Audrey tidak pernah bertemu dengan Presiden Jokowi, Audrey tidak pernah bekerja di NASA, dan Audrey kini tengah menempuh S2/S3 di Amerika.

Inilah pernyataan orangtua Audrey yang disampaikan kepada Bentang Pustaka:

“Dengan hormat,

Bersama ini, saya Budi Loekito (orangtuanya Audrey) bermaksud memberikan klarifikasi sebagai berikut:

  1. Audrey tidak pernah ketemu dengan bapak Presiden Jokowi.
  2. Audrey tidak pernah bekerja di NASA.
  3. Audrey masih S1 dan sedang mengambil S2/S3 di Amerika.

Semoga penjelasan di atas, bisa menjernihkan yang beredar saat ini.”

Melalui pesan tersebut, Budi menyampaikan bahwa semoga informasi yang ditulisnya bisa menjernihkan kabar yang beredar saat ini.

Fakta, dua buku karya Audrey

Mengenai informasi yang menyebutkan bahwa Audrey sudah menulis dua buku, Nurjannah memastikan bahwa hal itu fakta.

Dua buku karya Audrey berjudul “Mellow Yellow Drama” yang terbit tahun 2014 dan “Mencari Sila Kelima” yang terbit pada 2015.

“Untuk buku Mellow Yellow Drama itu Audrey cerita dia sebagai sosok jenius, perasaan dia di mana dia enggak suka menjadi orang yang jenius,” ujar Nurjannah.

Sementara, untuk buku berjudul Mencari Sila Kelima, Audrey menuliskan rasa cintanya terhadap Indonesia.

Jenjang pendidikan

Sementara itu, informasi yang menyebar mengenai latar belakang pendidikan Audrey juga dikonfirmasi Nurjannah sebagai fakta.

Nurjannah mengatakan, orangtua Audrey menyekolahkan Audrey di The College of William and Mary, Virginia, AS.

“Audrey sering ikut lomba segala macam, makanya orangtua Audrey mengkhususkan di sekolah tersebut, karena dia sejak kecil sudah terlihat bakatnya,” ujar Nurjannah.

Prestasi lainnya, yakni Audrey pernah memiliki skor TOEFL cukup tinggi untuk bahasa Perancis dan juga pernah mendapat penghargaan MURI.

 

Comments

comments

Loading...