Delapan Tahun Menjalankan Aksinya, Tersangka Kantongi Rp 5,7 Miliar dari CPNS

Tersangka HM alias Bima berhasil diamankan Subdit I Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Bima diduga telah melakukan penipuan terhadap 99 CPNS yang telah dijanjikan menjadi CPNS dari kategori II (Honorer).

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, aksi ini telah dilakukan tersangka sejak Juni 2010. Selama 8 tahun menjalankan aksinya tersangka telah berhasil menipu 99 orang korbannya. Para korban berasal dari sejumlah daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB, Jawa Barat, dan Banten. Namun, korban yang paling banyak disasar adalah dari DKI Jakarta.

Argo menambahkan, kasus ini terungkap setelah polisi mendapat laporan dari para korbannya. Berdasarkan dari empat laporan yang masuk ke Polda Metro Jaya pada November 2015, Juni 2016, Agustus 2018, dan Oktober 2018.

“Jadi dengan adanya laporan tersebut, Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya membentuk tim. Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, tim menangkap tersangka di rumah kontrakannya di wilayah Pulogadung,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).

Agar para korbannya yakin, dengan mengantongi sebuah tanda pengenal PNS tersangka mengaku sebagai pegawai dari Sekretariat Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Non-formal dan Informal.

Kemudian, tersangka menipu para korbannya yang terdiri dari karyawan honorer dengan cara menjanjikan untuk diangkat menjadi PNS. Apabila tidak lulus CPNS, maka uang akan dikembalikan seluruhnya.

Harga yang ditawarkan oleh tersangka kepada korbannya berbeda-beda, bergantung pada penempatan nantinya, yakni Rp. 70 juta untuk penempatan di luar DKI Jakarta dan Rp. 100 juta untuk penempatan di DKI Jakarta.

BACA JUGA:  Refleksi 74 Tahun Indonesia Merdeka, dalam Memberantas Narkotika.

Bagi korban yang percaya kemudian mengirimkan sejumlah uang yang disepakati, tersangka dan korban akan bertemu di Lantai III Gedung E Kantor Dirjen Pendidikan Formal dan Informal Kemdikbud.

“Dari pertemuan itu, korban  akan percaya dia adalah karyawan dari Kemdikbud. Korban akan diperlihatkan SK CPNS palsu dan rekening palsu (saat bertemu tatap muka). Ini juga  untuk meyakinkan korban bahwa uang korban akan dikembalikan jika korban tidak diterima menjadi PNS,” ujar Argo.

Dari pengakuan tersangka, ia mendapatkan data korban dari internet. Tak hanya itu saja, tersangka juga menggaet korbannya dari omongan korban lainnya. “Data (karyawan honorer) bisa dilihat di internet, dia juga menerima dari mulut ke mulut korban bahwa dia bisa mengusahakan menjadi PNS,” kata Argo.

Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya empat lembar contoh petikan surat keputusan PNS, surat hasil pemberkasan CPNS tahun 2016, surat pengantar palsu dari kepala BPN dan 128 lembar kwitansi tanda bukti penerimaan uang tersangka HM dengan total Rp. 5,7 miliar.

Terkait aksi penipuan yang dilakukan oleh tersangka, ia dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan, dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 4 tahun.

BACA JUGA

Comments

comments

Loading...
loading...