Ratusan Nasabah BMT Amanah Ray Dipersulit Penarikan Uang Tabungan

MEDAN | KSPS BMT Amanah Ray yang mempunya 8 cabang di Medan, Binjai dan Deli Serdang sepertinya mengalami permasalahan sistem keuangan. perusahan koperasi tersebut tidak memberikan hak ratusan nasabah ketika pengajuan penarikan uang tabungan, Rabu(05/09/2019).

BMT Amanah Ray hanya mampu memberikan penarikan uang tabungan nasabah 10% dari hasil tabungan nasabah dan pembayaran dengan cara mencicil sampai jumlah uang disaldo tabungan habis. Sangat heran sebuah koperasi yang besar tidak mampu memberikan hak nasabah secara penuh.

Hal ini tampak menarik sebagai pertimbangan kepada masyarakat luas. Sepertinya koperasi yang meminjam sejumlah uang kepada masyarakat dan mencicilnya tiap bulan, bukan lagi masyarakat yang meminjam kepada koperasi.

Beberapa nasabah yang mencoba menarik tabungan mereka mengatakan “Saya tidak nyangka mas seperti ini sulitnya. Kita perlu uang untuk kebutuhan anak sekolah tapi BMT ini memberikan uang kita secara dicicil dengan jumlah Rp. 500.000 tiap bulan sampai habis jumlah uang di saldo tabungan saya,” ungkap pedagang warga tembung dengan kesal.

Nasabah lain mengalami hal yang sama “Uang tabungan saya Rp.10.000.000 Bang, dicicil koperasi ini hanya 10% dari hasil tabungan saya dari 5 tahun yang lalu. Ini pun penarikan pertama nanti bulan Nopember bulan depan. Jadi saya meminta uang saya semua harus menunggu 10 Bulan kedepan. Tidak punya hati ini perusahaan tidak sesuai janji manisnya dari awal penawaran” kata warga Helvetia dengan nada marah.

Bahkan sampai ribut dikantor koperasi tersebut, dimana salah satu nasabah mempunyai uang tabungan sebesar Rp. 100.000.000 dan koperasi tersebut bertahan dengan tidak bisa memberikan permintaan nasabah itu sendiri.

BACA JUGA:  Kebakaran Landa Sekolah Agama, 27 Anak Tewas

Sementara manejer BMT Amanah Ray Jln T.B Simatupang Medan, Herdianto Mengatakan “Untuk saat ini perusahaan hanya mampu memberikan 10% dari hasil tabungan nasabah dan itu juga tergantung banyak jumlah uangnya. Kita bayar dengan cara mencicil tiap bulan sampai lunas kepada nasabah kita”Pungkasnya.

Tambahnya. “Kita mengalami penarikan besar-besaran hingga sampai ratusan nasabah dari bulan 6 lalu sampai saat ini. hal ini menjadi sulit bagi perusahaan karena tidak mempunyai dana untuk memberikan hak nasabah ketika melakukan penarikan uang, ditambah lagi beberapa cabang kita tutup,”Jelasnya. (Acong Sembiring)

BACA JUGA

Comments

comments

Loading...
loading...