Ditjen Imigrasi Cabut Paspor Veronica Koman

Paspor atas nama Veronica Koman dicabut oleh Direktorat Jenderal Imigrasi. Ditjen Imigrasi saat ini tengah memproses pencabutan tersebut dan akan berkoordinasi dengan pejabat imigrasi di tempat Veronica kini berada yaitu di Australia.

“Saat ini Ditjen imigrasi sedang memproses permohonan pencabutan paspor yang bersangkutan,” ujar Kepala Sub Bagian Humas Ditjen Imigrasi, Sam Fernando, Selasa (10/9/2019).

Sam mengatakan, pencabutan tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Paspor Biasa dan Surat Perjalanan Laksana Paspor. Karena penarikan paspor biasanya dapat dilakukan pada saat pemilik dokumen resmi itu berada di dalam atau di luar wilayah Indonesia.

Sam juga menambahkan, pencabutan itu dapat dilakukan pada saat pemilik paspor sudah dinyatakan sebagai tersangka oleh instansi berwenang atas perbuatan pidana yang diancam hukuman paling singkat 5 (lima) tahun atau red notice yang telah berada di luar Wilayah Indonesia.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur telah menetapkan Veronica Koman sebagai tersangka terkait tuduhan menyebarkan konten provokatif dan berita palsu di media sosial. Aktivis hak asasi manusia itu dijerat oleh polisi dengan pasal berlapis melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Surat pun sudah dikirim oleh Polda Jawa Timur ke pihak Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri untuk menerbitkan red notice atas Veronica.

Veronica Koman ditetapkan sebagai tersangka, namun statusnya ini mendapat kecaman dari sejumlah aktivis HAM. Solidaritas pembela aktivis Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa Veronica tidak menyebarkan berita bohong atau hoax. Informasi yang disebarkan Veronica menurut mereka adalah valid, dan didapatkan dari kliennya dalam kapasitasnya sebagai advokat.

Comments

comments

Loading...
loading...