Aksi Ricuh Pecah di Depan Gedung KPK

Kelompok massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan Cinta NKRI memicu kerusuhan di depan Gedung Merah Putih yang merupakan kantor Komisi Pusat Pemberantasan Korupsi pada Jumat (13/9/2019). Massa yang melakukan aksi dengan melempar batu dan botol air.

Padahal, sebelumnya mereka melakukan unjuk rasa secara damai untuk memberi selamat kepada Irjen Firli Bahuri yang baru terpilih sebagai ketua KPK periode 2019-2023. Demonstran juga disebut mendukung revisi Undang-Undang KPK yang saat ini bergulir di DPR. Dengan membentangkan sejumlah spanduk seperti bertuliskan;

“DUKUNG REVISI UU NOMOR 30 TAHUN 2002 SEBAGAI LANGKAH PENGUATAN LEMBAGA ANTIRASUAH” dan “LEMBAGA KPK JANGAN DIJADIKAN LEMBAGA SUPERBODY”.

Sejumlah orator di tiga mobil yang dilengkapi pengeras suara berorasi secara bergantian menuntut agar revisi Undang-Undang tentang KPK didukung oleh banyak pihak. Namun, beberapa waktu kemudian, massa mengambil karangan-karangan bunga dukungan KPK yang terletak di depan Gedung Merah Putih KPK. Mereka kemudian membakar karangan-karangan bunga tersebut.

Polisi yang berjaga di sekitar KPK berupaya memadamkan api tersebut. Saat polisi sedang memadamkan api yang membakar, orator aksi memerintahkan massa untuk merangsek masuk ke dalam Gedung KPK dan mencopot bendera hitam yang melekat di sejumlah logo KPK.

“Tolong, copot kain hitam itu kawan-kawan. Kawan-kawan copot kain hitam di logo KPK,” teriak salah seorang orator.

Kemudian, massa pun berusaha merangsek ke dalam Gedung KPK tetapi berhasil ditahan petugas keamanan dan kepolisian di KPK. Akan tetapi, satu orang dari massa berhasil menyusup dan mencopot kain hitam di logo Gedung KPK.

BACA JUGA:  PM Kanada Justin Trudeau Minta Maaf Atas Foto Rasis

Aksi itulah yang memicu bentrok yang melibatkan jurnalis, polisi, petugas keamanan, dan sejumlah pegawai KPK. Aksi pun berlanjut pada pelemparan botol air mineral dan batu. Jurnalis dan pegawai KPK yang sempat keluar masuk ke dalam Gedung KPK.

BACA JUGA

Comments

comments

Loading...
loading...