Unicef: 10 Juta Anak Indonesia Dalam Bahaya

Akibat kebakaran hutan di Indonesia 10 juta anak dalam bahaya kerena polusi udara. Badan PBB yang memusatkan perhatiannya kepada anak-anak, Unicef, mengatakan, kebakaran hutan telah memuntahkan kabut beracun di Asia Tenggara dalam beberapa pekan terakhir.

Peristiwa ini membuat sekolah dan bandara ditutup, orang-orang pun terpaksa menggunakan masker dan mendapatkan perawatan medis karena penyakit pernapasan.

Puluhan ribu personel dan pesawat pembom air telah dikerahkan oleh pemerintah Indonesia guna mengatasi kebakaran yang terjadi untuk membersihkan lahan pertanian. Kebakaran merupakan masalah tahunan tetapi tahun ini adalah yang terburuk sejak 2015 karena cuaca kering.

Menurut Unicef, polusi udara ini kini tengah mengancam hampir 10 juta anak yang berada di daerah yang paling parah terkena dampak kebakaran hutan di Pulau Sumatera dan Kalimantan

Anak-anak sangat rentan terhadap polusi karena sistem kekebalan yang tidak berkembang, sementara bayi yang lahir dari ibu yang terpapar polusi selama kehamilan mungkin memiliki masalah seperti berat badan lahir yang rendah.

“Setiap tahun, jutaan anak menghirup udara beracun yang mengancam kesehatan mereka dan menyebabkan mereka bolos sekolah – mengakibatkan kerusakan fisik dan kognitif seumur hidup,” imbuhnya dilansir dari The Guardian, Kamis (26/9/2019).

Ribuan sekolah telah ditutup di seluruh Indonesia karena kualitas udara yang buruk, dengan jutaan anak-anak kehilangan kelas. Sementara di seluruh Malaysia sekolah juga diliburkan karena kabut asap dari Indonesia menutupi langit, sementara Singapura juga diselimuti kabut asap selama balapan motor Formula Satu pada akhir pekan lalu.

BACA JUGA:  Warga Tolak Pemakaman Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan

Comments

comments

Loading...
loading...