Demonstran Tertembak, Kerusuhan Memuncak di Hong Kong pada HUT Ke-70 Tiongkok

Hong Kong alami salah satu hari paling kelam dalam sejarah pada hari Selasa, kata kepala polisi kota itu, ketika para demonstran kembali bentrok dengan polisi pada peringatan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok.

Lebih dari 100 demonstran dibawa ke rumah sakit dan 180 lainnya ditangkap, kata pihak berwenang, sementara seorang pelajar berusia 18 tahun ditembak di dada oleh polisi pada jarak dekat dan berada dalam kondisi stabil setelah operasi.

Kepala polisi Stephen Lo membela tindakan petugas yang menembak remaja Tsang Chi-kin, insiden tersebut direkam oleh sekelompok mahasiswa dan memicu protes baru di luar sekolah Tsang pada hari Rabu.

Lo mengatakan pada konferensi pers bahwa dia merasa sedih dengan kejadian itu, salah satu peristiwa terburuk dalam krisis politik yang sudah berlangsung berbulan-bulan.

“Hari nasional ini harusnya menjadi momen yang penuh perayaan dan kebahagiaan,” katanya. Sebaliknya, itu adalah “salah satu hari paling kacau dan kejam dalam sejarah Hong Kong”.

Demonstran Tertembak, Kerusuhan Memuncak di Hong Kong pada HUT Ke-70 Tiongkok 1

Menurut Lo, petugas yang menembak Tsang kaget dan membuat keputusan “sepersekian detik” untuk melepaskan tembakan dengan peluru tajam. Video dari insiden itu menunjukkan Tsang menyerang petugas dengan sebuah tiang ketika dia ditembak.

Lo menolak untuk menjawab pertanyaan mengapa petugas tidak menggunakan cara tidak mematikan lainnya. “Penyerang yang memutuskan untuk mendekat,” katanya. “Petugas tidak punya pilihan, dia hanya bisa menggunakan senjata yang dia miliki.”

Dia menggambarkan pengunjuk rasa sebagai “perusuh” yang berniat melakukan “segala jenis kerusakan dan tindakan kriminal” termasuk pembakaran dan penyerangan kepada petugas polisi, yang 25 di antaranya mengalami luka-luka.

BACA JUGA:  Band Hardcore Punk Legendaris Black Flag Tampil di Hammersonic 2020

Sementara itu, di luar Tsuen Wan Public, Ho Chuen Yiu Memorial College, sekolah Tsang, para siswa meneriakkan slogan-slogan anti-polisi, meneriakkan “pembunuh” dan menuntut pertanggungjawaban.

Demonstran Tertembak, Kerusuhan Memuncak di Hong Kong pada HUT Ke-70 Tiongkok 2

Beberapa ratus orang, termasuk siswa yang melakukan aksi solidaritas dengan teman sekelas mereka yang terluka, mengangkat poster dan duduk di luar sekolah Tsuen Wan di kota itu.

Salah satu di antaranya memegang poster bertuliskan “polisi preman”. Yang lain meletakkan tangan di dada di bawah bahu kiri mereka, melambangkan lokasi luka tembak Tsang.

“Polisi Hong Kong telah menggila,” kata politisi pro-demokrasi Claudia Mo.

Setelah berulang kali melihat video penembakan itu, Mo mengatakan: “Respons polisi yang masuk akal seharusnya menggunakan tongkat polisi atau semprotan merica, dan sebagainya, untuk melawan balik.

“Itu bukan situasi yang ekstrem dan penggunaan peluru tajam tidak bisa dibenarkan.”

Demonstran Tertembak, Kerusuhan Memuncak di Hong Kong pada HUT Ke-70 Tiongkok 3

Penembakan itu adalah yang pertama menggunakan peluru tajam sejak kerusuhan dimulai pada bulan Juni, meskipun para petugas pernah beberapa kali menembakkan tembakan peringatan di masa lalu dan demonstran pernah ditembak menggunakan peluru  karet.

Demonstrasi lanjutan akan digelar sebagai tanggapan atas peristiwa ini, dan ada laporan beberapa sekolah yang akan memboikot kelas pada hari Rabu sebagai bentuk solidaritas.

Sementara itu, petugas kebersihan membersihkan jalan-jalan di kota yang menjadi medan pertempuran hingga malam pada hari Selasa. Para demonstran membakar dan merusak beberapa fasilitas umum, sementara polisi menembakkan gas air mata dan meriam air di berbagai lokasi.

MTR Corp menjadi target serangan pengunjuk rasa setelah menutup hampir 50 stasiun untuk mempersulit para pengunjuk rasa untuk bergerak.

Demonstran Tertembak, Kerusuhan Memuncak di Hong Kong pada HUT Ke-70 Tiongkok 4

Pada Rabu pagi, semua stasiun metro terbuka meskipun beberapa jalur berjalan lebih lambat dari biasanya karena pekerja MTR mencoba memperbaiki kerusakan untuk menyiapkan layanan bagi hampir 6 juta orang yang menggunakannya setiap hari.

BACA JUGA:  Anies Ingkar Janji, Rumah Dihuni Warga Puluhan Tahun Digusur

Keadaan di Hong Kong pada hari Selasa sangat kontras bila dibandingkan dengan perayaan yang berlangsung di Beijing, di mana parade militer dan sipil diadakan untuk memperingati hari ketika Mao Zedong mendirikan Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1949.

Di Hong Kong sendiri, acara-acara resmi peringatan Hari Nasional telah dikurangi untuk mengantisipasi kerusuhan. Pada sebuah acara tertutup, kepala sekretaris Hong Kong Matthew Cheung mengatakan kepada para tamu bahwa kota itu sekarang “tidak dapat lagi dikenali” karena tindakan kekerasan dari para pengunjuk rasa.

Comments

comments

Loading...
loading...