Kisah Perselingkuhan yang Cukup Rumit dan Berujung di Penjara

Hubungan cinta segitiga yang dibumbui urusan uang membuat kisah asmara YL (40) dan selingkuhannya begitu rumit. Tidak hanya terlibat dalam kasus percobaan pembunuhan terhadap suaminya, namun ia pun ditipu oleh selingkuhannya BHS (33) yang merupakan sopir sang suami.

YL merupakan istri dari VT (43), namun ia jatuh cinta pada supir sang suami yang bernama Bayu Hiyas Sulistiawan (BHS). Padahal awalnya hubungan rumah tangga YL dan VT yang telah mereka bina selama 17 tahun ini hampir tanpa masalah.

Namun YL meradang ketika ia menduga suaminya memiliki sosok wanita lain. Pada saat itu munculah Bayu yang bekerja pada VT sebagai supir. Kepada Bayu YL mencurahkan keluh kesahnya soal urusan rumah tangganya.

Melihat ada kesempatan Bayu pun akhirnya mendekati istri bosnya ini. Tidak hanya sekedar menjalin hubungan asmara terlarang, Bayu juga ingin menguasai harta VT. Bahkan muncul rencana untuk membunuh VT dengan menggunakan racun sianida seperti yang digunakan Jessica Kumala Wongso ketika menghabisi nyawa Mirna.

YL pun setuju terkait rencana Bayu untuk membunuh suaminya, agar cinta mereka bias berjalan lancar. Untuk memuluskan rencananya Bayu kemudian meminta uang sebesar Rp 30 juta untuk membeli sianida di Singapura.

Karena permintaan selingkuhannya ini YL mencuri ATM milik suaminya dan memberikan kode sandinya. Entah kenapa YL sangat mempercayai Bayu sekalipun ia tertipu. Bayu ternyata membeli sianida setelah kembali ke Indonesia pada 16 Juni 2019. Bahkan ia membeli racun ini secara online dengan harga tak sampai satu persen dari 30 juta rupiah.

Bayu memesan sianida melalui online setelah kembali dari Singapura pada tanggal 16 Juni 2019. Dia memesan secara online menggunakan laptop dengan mentransper uang sejumlah Rp 240.000,.Bayu kemudian meracik racun ini dengan berbagai jenis makanan yang biasa dikonsumsi VT. Mulai dari air mineral, jamu, minuman keras dan lain-lain. Ia kemudian menyerahkan semua barang itu kepada YL.

Namun, ternyata YL tidak berani memberikan racun tersebut. Panganan itu hanya tersimpan selama tiga hari di kediamannya. Lalu, panganan itu ia kembalikan kepada Bayu.

Setelah rencana pertama gagal, mereka kemudian memikirkan cara lain untuk membunuh VT. Terinspirasi dari kasus Aulia Kesuma yang bunuh suami dan anak tirinya dengan pembunuh bayaran. Bayu kemudian menemui rekannya berinisial BK dan satu orang lainnya bernama HER untuk menjadi eksekutor rencana pembunuhan tersebut.

Dua orang eksekutor itu menyanggupi permintaan Bayu asalkan dibayar Rp 200 juta. Lalu Bayu meminta uang sebesar Rp 300 juta kepada YL. YL pun menggadaikan mobil, emas serta mencuri uang suaminya untuk memenuhi permintaan BHS.

Setelah uang itu diterima Bayu, ia membayar BK Rp 100 juta sebagai uang muka. Sementara Rp 100 juta lagi dijanjikannya setelah rencana pembunuhan berjalan.

Pada 13 September 2019, hari eksekusi pun tiba. Sekitar pukul 23.30 WIB, Bayu memperkenalkan BK sebagai rekan bisnis. Mereka kemudian pergi berkendara dengan mobil. VT yang mengemudikan. Bayu mengarahkan VT ke Jalan Boulevard Gading Raya, Kelapa Gading.

Sampai di depan North Jakarta Internasional School (NJIS), Bayu meminta VT menghentikan mobil dengan alasan ingin muntah. Ia lantas keluar dari mobil tersebut. Saat itulah BK yang duduk di kursi belakang mengeluarkan pisaunya. Ia menusuk leher VT sebanyak tiga kali.

Lalu, HER yang sedari tadi mengikuti mobil mereka dengan menggunakan sepeda motor berusaha mendekati mobil dan berniat menusuk perut YL. Namun, usaha itu gagal, VT yang masih dalam kesadaran penuh menginjak dalam-dalam gas mobilnya.

VT kemudian mengarahkan mobilnya menuju rumah sakit terdekat. Setiba di rumah sakit, ia langsung mendapatkan perawatan intensif dari dokter. Beruntung nyawanya masih berhasil diselamatkan.

Pihak rumah sakit lantas melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kelapa Gading. Tak sampai tiga hari, polisi menangkap Bayu yang melarikan diri ke Pulau Bali.

Mereka semua terancam penjara seumur hidup karena diduga melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 53 KUHP Tentang Pembunuhan Berencana.

sumber: tribunnews.com

 

Comments

comments

Loading...
loading...