Film “Lampor Keranda Terbang” Diangkat Dari kisah Nyata Sutradara Guntur Soeharjanto

Film bergenre horor makin menjadi tuan rumah di negeri sendiri, hal ini terlihat banyaknya film bergenre horor di produksi bahkan masuk dijajaran box office industri film di Indonesia.

Salah satu rumah produksi yang selalu mendapat respon baik setiap produk film – filmnya yang masuk jajaran box office dengan di atas 1 juta penonton Starvision kembali memproduksi film bergenre horor berjudul “Lampor Keranda Terbang”

Berbeda dengan film horor kebanyakan, film Lampor Keranda Terbang diangkat dari kisah nyata sang sutradara Guntur Soeharjanto. Dia tertarik dengan cerita ini karena terdapat fenomena sosial yang dialami langsung oleh warga Temanggung, Jawa Tengah.

“Mas Guntur cerita tentang pengalaman masa kecilnya di Temanggung. Ada korban yang hilang dan jadi orang linglung. Ada hal-hal nyata, kejadian yang perlu diketahui,” kata Chand Parwez Servia disela  konferensi pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/19).

“Saya ingin memproduksi film horor yang berbeda dari sebelumnya. Hingga pada akhirnya, film Lampor Keranda Terbang ini menjadi satu terobosan baru dengan menampilkan kearifan lokal. Kami langsung melakukan riset kepada orang – orang yang pernah ngalamin kejadian tersebut. Memang susaah tapi akhirnya kita punya data untuk mendukung pembuatan film ini,” tambah Parwez.

Film "Lampor  Keranda Terbang" Diangkat Dari kisah Nyata Sutradara Guntur Soeharjanto 1

Menurut Guntur Soeharjanto ia mengajukan cerita film kepada Chand Parwez di sela-sela editing sebuah film. Ia mengatakan bahwa punya cerita masa kecil. Tentang sebuah hantu yang unik. Bukan Pocong, Kuntilanak atau Wewe Gombel. Tapi LAMPOR. Dia datangnya malam hari, berupa keranda terbang. disertai suara pasukan bersuara magis welwoo…. welwoo….welwoo…”

BACA JUGA:  Antis Ajak Nonton Bareng Film "Ratu Ilmu Hitam" dan Perkenalkan Mysphobia.

“Ternyata, Pak Parwez tertarik untuk memfilmkan LAMPOR ini. Menurut beliau, konten yang sangat lokal dan cerita misteri dengan tradisi Jawa yang kental adalah sesuatu yang kuat dan menarik. Mitologi Jawa yang tidak lepas dari mistis dan klenik. ”Horor yang bukan hanya sekedar horor,”ucap Guntur.

“Bagi Saya, kekuatan film horor bukan hanya menakut-nakuti. Tapi lebih dari itu, kekuatan struktur cerita, dramaturgi dan penokohan karakter adalah hal yang fundamental. Kekuatan cinta, intrik hubungan salah keluarga yang jadi korban, relasi kedekatan anak dan orang tua, dibalut dalam sebuah teror di lereng pegunungan Sumbing Sindoro, Temanggung.”jelasnya.

Adinia Wirasti yang di dapuk sebagai Netta mengaku baru pertama kali bermain film bergenre Horor bercerita tentang alasannya tertarik main di film ‘Lampor’.

“Sejak awal kasih skrip suaa merasa sudah cocok dengan jalan cerita dan semua kru yang terlibat. Film ini dibikin niat banget, effort-nya panjang. Saya belajar banyak, ini horor pertama saya. Ternyata syuting horor enggak gampang,” ujarnya.

Sedangkan bagi Dion Wiyoko yang lama tidak bermain film horor akhirnya kembali memberanikan diri lagi main film horor dan  ‘Lampor’ jadi film pilihannya.

“Karena ceritanya menarik, dan kearifan lokalnya jadi alasan mau balik ke horor. Terus tahu lawan main saya  Adinia Wirasti jadi karakter-karakternya menarik. Pas diceritain mas Guntur dengan urban legend tentang Lampor jadi penasaran, Lampor itu ada enggak sih. Itu jadi alasan utama gabung di sini,” jelasnya.

‘Lampor’ berkisah tentang Edwin (Dion Wiyoko) dan Netta (Adinia Wirasti) beserta dua anak mereka, kembali ke kampung halaman Netta di Temanggung, Jawa Tengah. Netta disambut curiga dan dianggap pembawa musibah karena kampungnya kembali dilanda teror Lampor.

BACA JUGA:  Anggun C Sasmi Tangapi Tentang Kewarganegaraan dan Agama

Edwin berusaha membela istrinya, tapi ada skandal busuk dan kejadian mengerikan muncul menghantui. Edwin mulai curiga bahwa ada rahasia besar menyangkut Netta yang tidak pernah diketahuinya.

Film yang di bintangi oleh Adinia Wirasti, Dion Wiyoko, Nova Eliza, Rendra Bagus Pamungkas, Annisa Hertami, Dian Sidik, Unique Priscilla, Mathias Muchus, Steffi Zamora, Arnold Leonard, Bimasena, Angelia Libur, Shofia Shireen dan Djenar Maesa Ayu mulai tayang di bioskop 31 Oktober 2019. (@enny_hdyn).

 

Comments

comments

Loading...
loading...