Ingin Fokus Bertarung di Pilkada Sumatera Barat 2020, Faldo Maldini Mundur dari PAN

Faldo Maldini yang selama ini menjabat Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Salah satu alasan Faldo mundur adalah terkait dengan rencana politisi muda ini untuk bertarung di Pilkada Sumatera Barat 2020. Diakuinya, keputusan itu diambil setelah berkonsultasi dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan tiga kali berdiskusi dengan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Suparno.

Ingin Fokus Bertarung di Pilkada Sumatera Barat 2020, Faldo Maldini Mundur dari PAN 1

Faldo menyatakan pilihan itu diambil secara sadar dan penuh pertimbangan. Faldo menegaskan pilihan itu juga diambil agar tak menimbulkan kegaduhan. “Pilihan ini saya ambil untuk menghindari kegaduhan setelah adanya dukungan dari partai politik lain kepada saya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah,” ujar Faldo, Sabtu (5/10/2019).

Inilah surat pengunduran diri Faldo Maldini tertanggal 3 Oktober 2019:

Saya menyatakan secara resmi mengundurkan diri dari Partai Amanat Nasional, setelah dua kali berkonsultasi dengan Ketua Umum PAN Bapak Zulkifli Hasan dan tiga kali berdiskusi dengan Sekretaris Jenderal PAN Bapak Eddy Suparno.
Pilihan ini saya ambil secara sadar dan penuh pertimbangan, tanpa paksaan dan intervensi dari pihak manapun. Saya mundur melalui mekanisme yang dijunjung tinggi oleh PAN, yakni diskusi dan dialog.
PAN sudah memberikan banyak ruang berkembang bagi saya dalam memulai karier politik dari bawah. Saya mulai mengenal tanggung jawab publik sebagai seorang kader politik, yang harus mewakili nilai-nilai yang diyakini.
Pilihan ini saya ambil untuk menghindari kegaduhan setelah adanya dukungan dari partai politik lain kepada saya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah. Saya tidak ingin nantinya ada anggapan bahwa saya memicu kegaduhan. Apalagi, banyak agenda besar PAN yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, tentunya butuh keharmonisan dalam internal organisasi.
Selain itu, saya juga ingin fokus dalam proses pencalonan kepala daerah, sebagaimana yang sudah diatur mekanismenya oleh undang-undang. Saya tidak ingin niatan untuk memperbesar ladang amal dan pengabdian ini, malah membuat saya tidak dapat menjalankan tugas-tugas yang sudah diberikan dan diputuskan oleh pimpinan PAN secara optimal.
Demikian surat pengunduran diri ini, saya ucapkan terima kasih banyak kepada pimpinan PAN dan seluruh kader yang sudah memberikan kesempatan bagi saya. Sekaligus, saya ucapkan maaf yang sebesar-besarnya bila melakukan kesalahan baik secara langsung, maupun tidak langsung. Pengunduran ini melalui proses yang sangat baik, tanpa ada paksaan, dan saya selalu ingin membuka diri untuk silaturrahim serta bekerjasama di kemudian hari.
Akhir kata, bagi saya, anak harimau harus masuk ke hutan. Sementara anak sungai pun harus mengalir ke laut.

Comments

comments

BACA JUGA:  AHY Bongkar Perasaannya Setelah Gagal Masuk Kabinet Jokowi
Loading...
loading...