Benarkah Fadli Zon Bakal Mengisi Salah Satu Posisi Menteri di Kabinet Jokowi?

Nama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon dikabarkan akan masuk dalam salah satu posisi Menteri pada Kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Nama Fadli Zon bersama Sandiaga Uno dan Edhy Prabowo disebut-sebut tengah disodorkan oleh Partai Gerindra.

Terkait pemberitaan ini, berbagai komentar pun bermunculan baik dari para tokoh politik maupun dari warganet. Mulai komentar mendukung sampai komentar miring, apalagi Fadli Zon selama ini katakana oleh sebagian warganet sebagai politisi yang cukup nyinyir menyoroti kinerja Jokowi.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP Achmad Baidowi bahkan menilai, apabila nama Fadli Zon memang masuk menjadi salah satu menteri di kabinet Jokowi mendatang, sangat bagus. “Kalau itu benar, bagus lah. Nanti bisa kita melihat bagaimana Fadli Zon menghadapi kritik dan juga menyelesaikan tugas yang dulunya sering dikritik. Biar terbukti apakah Fadli bisa kritik atau bisa kerja,” ujar Baidowi, Sabtu (5/10/2019).

Namun, Baidowi menganggap bahwa kabar tersebut baru sebatas asumsi. Apalagi, kursi menteri merupakan hak prerogatif presiden. Dan belum tentu juga Gerindra akan serius masuk gerbong kabinet.

Hal senada juga diungkapkan Wasekjen PPP Ade Irfan Pulungan dia bahkan tidak yakin Fadli Zon mau bergabung dalam kabinet Jokowi. “Saya malah bertanya apakah dia mau itu, masuk kabinet?. Yang dulunya selama lima tahun mencela-cela, membuat statement-statement yang kontroversial, apakah dia nyaman masuk. Kalo nanti ada ocehan dari publik, netizen gimana?,” ujar Irfan.

Irfan juga mengaku belum mengetahui susunan kabinet beserta sosok menteri yang akan dipilih Jokowi pada pemerintahan mendatang. Sebab, kabinet hak prerogatif Presiden.

BACA JUGA:  AHY Bongkar Perasaannya Setelah Gagal Masuk Kabinet Jokowi

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menyampaikan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengusulkan tiga calon menteri ke Jokowi. Tiga nama itu adalah Waketum Gerindra Edhy Prabowo, Waketum Gerindra Fadli Zon dan Sandiaga Uno.

Kabar permintaan jatah menteri itu sebelumnya sempat mencuat setelah Gerindra merelakan posisi Ketua MPR yang sempat diincar Ahmad Muzani. Dengan lobi-lobi panjang, posisi ketua MPR akhirnya menjadi milik politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo.

Sementara Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Habiburokhman memastikan isu tersebut tidak benar. Dia mengatakan bahwa Gerindra, hanya menyampaikan visi dan konsep bernegara kepada Jokowi mulai soal sumber daya, pemerintahan bersih, hingga pertahanan yang kuat. Tidak ada pembicaraan yang mengarah pada menteri.

“Itu baru isu, baru isu. Jadi kalau anda tanya ke saya dan Pak Dasco (wakil ketua umum Gerindra) kurang lebih sama ya dengan teman-teman Gerindra lainnya bahwa kami ini menawarkan visi menawarkan pemikiran-pemikiran (ke Jokowi),” pungkas Habiburokhman.

Comments

comments

Loading...
loading...