Sunsilk Ajak Perempuan Indonesia Gali Potensi Lewat Program ‘Kilaukan Mimpimu’.

Meraih mimpi dambaan semua orang termasuk perempuan muda Indonesia, namun kadang kala mimpi – mimpi yang ingin di raih terkendala banyak hal. Para perempuan muda Indonesia masih menghadapi tantangan yang menghalangi mereka untuk mengembangkan diri dan menjadi individu berdaya.

Melihat keadaan seperti itu, Sunsilk mengajak perempuan Indonesia untuk jadi #TakTerhentikan dan membuka kesempatan bagi mereka untuk meraih mimpinya.

Berkolaborasi dengan Girl Rising, Sunsilk akan memberikan serangkaian pelatihan bagi 10.000 perempuan muda Indonesia untuk menginspirasi dan menggali potensi diri mereka melalui program ‘Kilaukan Mimpimu’.

“Sebagai brand yang menemani penampilan dan keseharian perempuan Indonesia setiap harinya, Sunsilk percaya akan kekuatan dalam diri perempuan untuk jadi #TakTerhentikan. Sayangnya, masih ada tantangan yang dihadapi perempuan muda Indonesia untuk meraih mimpinya baik dari dalam dirinya maupun lingkungan sekitarnya.”ujar Ira Noviarti, Beauty and Personal Care Director, PT Unilever Indonesia Tbk.

“Melalui serangkaian pendekatan yang dilakukan Sunsilk mulai dari inspire, encourage, dan juga equip yang diwujudkan melalui program ‘Kilaukan Mimpimu’ kami berharap dapat membuka kesempatan bagi perempuan untuk mengeksplor diri, menggali potensi diri dan akhirnya meraih mimpinya.”tambah Ira.

Raisa Andriana dan Isyana Sarasvati, artis yang menjadi Brand Ambassador Sunsilk mengatakan bahwa ini merupakan program yang bagus. Dimana dengan program seperti ini perempuan  – perempuan yang mempunyai kelemahan dan lelebihan seperti dirinya bisa lebih mendedikasikan waktunya untuk kekuatan kekuatannya sehingga kekuatan itu akan menonjol dengan dengan berjalannya waktu.

“Dulu itu perempuan mempunyai perinsip susah banget. Pada saat  itu aku merasakan perinsipnya pernah di cibir banyak orang tetapi dengan fokus dan berusaha akhirnya bisa menunjukan. Sehingga support dari orang sekitar  adalah kekuatan tersendiri untuk meraih dan mengali kekuatan diri.”ungkap Raisa.

“Dulu itu aku gak pernah mau untuk bernyanyi di depan sendiri bahkan diiringi. Aku itu tipikel orang yang pemalu/introvert dan perlu dirayu untuk mengekspresikan diri secara ferbal.”ujar Isyana.

Untuk mengetahui tantangan yang dihadapi oleh perempuan, Sunsilk merilis white paper bekerja sama dengan International Centre for Research on Women (ICRW).

Riset ini menyebutkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh perempuan muda seperti; pembatasan dari diri sendiri  (individual), lingkungan rumah (household), lingkungan sekitar (community) serta masyarakat secara luas (society), menghalangi perempuan untuk menggali potensi diri. Kurangnya akses

terhadap edukasi, pekerjaan dan pelatihan (NEET) pun menjadi bagian dari momok besar yang dihadapi perempuan muda Indonesia dibanding beberapa negara lainnya. 28% populasi perempuan muda Indonesia berisiko NEET dua kali lebih besar dibandingkan laki-laki.

“Kontribusi perempuan muda yang terberdaya akan mampu menghadirkan sebuah perubahan besar yang lebih baik, untuk dirinya, keluarga, komunitas maupun masyarakat. Perubahan yang menjadi hasil dari kontribusi perempuan tentunya dapat mengubah masa depan menjadi lebih baik, secara ekonomi, kultural maupun tatanan sosial lainnya. Hal ini pun telah disebutkan sebagai salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs) tentang pentingnya investasi kepada perempuan muda. Diperlukan sebuah pendekatan tepat guna yang menunjang pengembangan diri perempuan dan mampu memotivasi mereka menjadi agen perubahan yang dapat menginspirasi sesamanya.” ucap Dr. Devie Rachmawati, M. Hum., CPR pakar Ilmu Sosial, Budaya dan Komunikasi.

Semoga melalui perjalanan #TakTerhentikan ini, perempuan mampu menjadi inspirasi bagi satu sama lain dalam mengeksplor segala kesempatan.(@enny_hdyn).

Comments

comments

Loading...
loading...