Dua Pegawai BNN Jual Kembali Barang Bukti Hasil Kejahatan Narkoba

Barang bukti narkoba hasil tangkapan petugas BNN, kembali dijual oleh dua orang pegawainya di salah satu apartemen di Jakarta. Sabu seberat 2,5 kilogram yang seharusnya dijadikan alat bukti di pengadilan justeru dimanfaatkan oleh keduanya untuk mendapatkan uang.

Dua orang pelaku merupakan anggota polisi dan ASN yang ditugaskan di BNN, namun pelaku tidak menjalankan tugas sebagaimana fungsinya, tapi justeru terlibat dalam transaksi barang haram tersebut sebagai pengedar.

Masalah narkoba yang selama ini masih menjadi PR yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Namun, apa daya, pegawainya sendiri yang seharusnya memusnahkan barang tersebut, tapi telah terpedaya untuk turut menjadi pengedar. Padahal, pemerintah melalui Badan Narkotika Nasional terus berupaya mencegah, memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Penangkapan dua orang pegawai BNN ini ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dengan barang bukti sabu seberat 2,5 kilogram. Barang bukti tersebut dijual di sebuah apartemen di Jakarta. Penangkapan dua oknum tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. “Memang ada,” ujar Argo, Jumat (18/10/2019).

Kasus tersebut hingga saat ini masih diselidiki sehingga Argo masih belum bisa memberikan penjelasan lebih rinci terkait penangkapan tersebut.  “Belum mendapatkan informasi (lebih jauh) dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya,” kata Argo.

Dua orang pegawai yang diamankan tersebut yaitu MK dan MR. MK merupakan oknum anggota polisi sedangkan MR adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). MR diamankan ketika mencoba menjual barang bukti tersebut ke pembeli yang ada di salah satu apartemen Jakarta.

BACA JUGA:  Bandingkan Nabi dengan Soekarno, Sukmawati Dipasung Mulutnya Sendiri

Sedangkan, Kepala Biro Humas dan Protokol BNN Brigjen Sulistyo Pudjo mengatakan, saat ini, pelaku sedang diproses di Polda Metro Jaya. “Memang betul diamankan dan saat ini sedang diproses di Direktorat Narkotika Polda Metro Jaya,” kata Pudjo.

“Masih belum tahu cerita narkoba dapat dari mana, karena masih pendalaman. Silahkan tanya ke penyidiknya.” Tegasnya.

Sebelumnya, polisi yang mendengar adanya informasi transaksi segera melakukan pengintaian. Beruntung, transaksi pun bisa dibatalkan sebelum sabu seberat 2,5 kilogram tersebut diberikan ke pembeli. Sementara itu, MR yang datang menjenguk MK setelah diamankan turut dibekuk petugas karena dianggap terlibat dalam kasus ini.

Comments

comments

Loading...
loading...