Kasus Pencabulan Terhadap Anak Kandung Sendiri Kembali Terjadi

Kasus pencabulan terhadap anak kandung sendiri kembali terulang. E (41) tega menggauli anak kandungnya sendiri, YA (18) warga Desa Baun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang. Bahkan aksi pencabulan itu dilakukan oleh sang ayah secara berulang-ulang.

Parahnya, perbuatan itu dilakukan E ketika korban meminta uang untuk membayar uang komite sekolah yang menunggak 6 bulan kepada ayah kandungnya. “Gara-gara meminta uang bayaran sekolah itu, sang ayah E  meminta imbalan  berhubungan badan dengan anak kandungnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang, IPTU Simson S.L Amalo, SH, Kamis (17/10/2019)

Ketika diperiksa petugas, E mengaku memaksa anak kandungnya berhubungan badan karena pengaruh minuman keras. E gelap mata merenggut kehormatan anak kandungnya sendiri.

Amalo mengungkapkan, saat ini penyidik Polres Kupang sedang melakukan penyidikan kasus dugaan pencabulan dan kekerasan seksual dalam rumah tangga yang di alami oleh korban. Penyidikpun telah menetapkan E sebagai tersangka.

Kasus dugaan percabulan yang dialami korban YA sudah terjadi sejak Juni 2017. “Saat itu, korban masih berusia 17 tahun dan tindakan ayah kandung korban terus terjadi,” ujarnya.

Pada tanggal 30 Maret 2019, korban meminta uang kepada tersangka untuk bayar uang komite sekolah yang masih tunggakan 6 bulan. Namun sang ayah meminta imbalan berhubungan badan layaknya suami-isteri kepada korban, namun permintaan itu ditolak korban.

Korban menolak mentah-mentah permintaan ayah kandungnya itu. Namun. malam hari ketika korban sedang tidur, lanjut Amalo, tersangka memaksa korban untuk melayani nafsu bejat tersangka disertai ancaman. Setelah puas melakukan aksinya tersangka mengancam akan membunuh korban bila bercerita perihal perbuatan tersangka.

Perbuatan bejat tersangka terhadap korban dilakukan sebanyak 3 kali, bahkan sampai tanggal 7 Juli 2019 korban masih dipaksa bersetubuh oleh tersangka. “Setelah kejadian itu, korban berubah menjadi pendiam. Tidak mau keluar rumah bahkan korban lebih sering menangis. Ibu kandung korban mulai curiga terhadap perubahan perilaku korban,” ujar Amalo.

BACA JUGA:  Anak Menkumham Yasonna Laoly Diperiksa KPK

Ibu kandung korban, kemudian bertanya dan sambil menangis korban menceritrakan perihal apa yang telah terjadi atas dirinya. Mendengar pengakuan sang anak, ibu kandung korban marah besar dan membawa korban melapor ke polisi untuk diproses lebih lanjut.

Tersangka dijerat Pasal 76E jo Pasal 82 ayat ( 2) atau Pasal 46 UU RI Nomor 23 tahun 2004 Tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara di tambah 1/3.

Comments

comments

Loading...
loading...