Kejati Sumut Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Bandara UPBU Lasondre Nias Selatan

Medan – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menahan dua orang tersangka baru dalam kasus korupsi di Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Lasondre, Kabupaten Nias Selatan dan kasus korupsi ini menyebabkan negara mengalami kerugian mencapai lebih dari Rp 14,7 Miliar.

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menetapkan tersangka IAF dan IPR selaku Ketua Pokja di Kementerian Perhubungan ditangkap dalam kasus pekerjaan peningkatan pcn runway, taxiway, apron dengan ac hotmix dan apron di Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Lasondre Kecamatan Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan.

IAF menjabat Kasubag Umum dan Kepegawaian Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan Kualanamu sedangkan IPR selaku PNS di Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan, Kuala Namu, Provinsi Sumatera Utara .

Pada proyek ini, IAF merupakan Ketua Pokja Paket Pekerjaan Peningkatan PCN runaway, taxiway, apron dengan AC- Hotmix pada kantor UPBU Lasondre. Sedangkan IPR sebagai Pejabat Pembuat Komitment (PPK).

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka kedua menjalani pemeriksaan di Kejati Sumatera Utara. Kasi Penkum Kejati Sumatera Utara, Sumanggar Siagian mengungkapkan, dari hasil perhitungan sementara negara mengalami kerugian sebesar Rp.14,75 miliar.

“Perhitungan kerugian negara sekitar Rp.14,7 Miliar dalam proyek ini dan keduanya telah mengakui bahwa mereka mendapatkan fee proyek dari anggaran tersebut,” tuturnya, Selasa (15/10/2019).

Terkait jumlah fee yang diterima, Pihak Kejati enggan membeberkan dan akan dibuktikan dalam persidangan mendatang.

Sumber: MCW.

Comments

comments

BACA JUGA:  Pendaftaran Penerimaan CPNS 2019 Segera Ditutup, Ini Jadwalnya.
Loading...
loading...