Novel Baswedan Kembali Tagih Janji Jokowi

Mengingat janji Jokowi memberikan batas waktu tiga bulan kepada kepolisian untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan sudah habis. Maka, tim advokasi Novel Baswedan mengirimi surat permohonan informasi ke Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) terkait perkembangan penanganan perkara.

“Kami mengirimkan surat kepada Presiden melalui Setneg yang berisikan satu permohonan informasi penanganan perkara kasus kekerasan ataupun penyerangan air keras terha dap Novel Baswedan,” ujar anggota tim advokasi Novel Baswedan, Alghi fari Aqsa, Jumat (18/10/2019).

Tim advokasi mengakui, selama dua setengah tahun lebih memang ada penyidikan dari polres hingga Mabes Polri. Bahkan, ada tim bentukan yang dipimpin langsung oleh Kapolri Tito Karnavian. Namun, dari pembentukan itu semua sudah terbukti gagal.

Sedangkan, pada Januari 2019, Tito telah membentuk tim pencari fakta (TPF) dengan total anggota 65. Sebanyak 52 di antara nya adalah anggota kepolisian. Namun, hal tersebut dianggap janggal oleh tim advokasi karena ada conflict of interest di dalamnya. Bahkan, penyidik dari Polri itu juga bersinggungan sebelumnya dengan Novel.

Pembentukan berbagai tim tersebut memang ada kaitannya penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan oleh dua orang tak dikenal. Hingga akhirnya Presiden memberikan waktu kepada Polri untuk mengusut kasus tersebut yang diperkirakan akan selesai dalam tiga bulan. Meski demikian, menjelang akhir tenggat yang diberikan Presiden kepada kepolisian tersebut, hasilnya belum tampak.

Tim advokasi Novel juga telah mendesak dibentuknya tim gabungan pencari fakta (TGPF) yang independen. TGPF yang diinginkan oleh masyarakat tersebut, kata Alghiffari, diharapkan bisa menjadi rekomendasi kepada Presiden Jokowi.

BACA JUGA:  Anak Menkumham Yasonna Laoly Diperiksa KPK

Anggota tim advokasi lainnya, Muhammad Isnur, mengatakan, pada pengujung periode pertama Presiden Jokowi, pihaknya mengingatkan kembali perkara Novel Baswedan. Pasalnya, sudah lebih dari 2,5 tahun perkara tersebut belum tampak ke mana arah nya.

Maka, pihaknya meminta agar kesempatan yang diberikan pada kepolisian sudah cukup dan tak perlu diperpanjang. Ia juga mengatakan bahwa harus ada cara atau alternatif lain yang perlu diambil pemerintah, khususnya Presiden Jokowi.

Dia menegaskan, yang harus digunakan adalah cara out of the box untuk mengevaluasi bila memang Kapolri Tito Karnavian tidak sanggup mengungkap kasus tersebut. Jangan kemudian berlarut-larut memberikan waktu lagi, waktu lagi, waktu lagi, tetapi kemudian pelakunya tidak juga terungkap, kata Isnur menambahkan. Pasalnya, menurut dia, jika dibiarkan terlalu lama, pelaku perkara tersebut dikhawatirkan makin tidak jelas.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan, Presiden akan menagih perkembangan penyelidikan kasus penyerangan terhadap Novel. Menurut Moeldoko, Presiden pasti akan menanyakan kembali perkembangan kasus tersebut. “Kebiasaan yang dilakukan Pak Jokowi begitu, selalu mengecek perkembangan pekerjaan yang beliau perintahkan,” kata Moeldoko.

Comments

comments

Loading...
loading...