Perselingkuhan Oknum Perwira Polisi dengan Seorang Wanita Bersuami Terbongkar

Ipda Supriyono digerebek oleh istrinya sendiri, ketika berada di dalam kamar Hotel Safira, Kota Magelang, Jawa Tengah, Minggu (13/101/2019) yang lalu. Pada saat digerebek perwira polisi ini berada di dalam kamar hotel bersama selingkuhannya, seorang wanita bersuami berinisial IN.

Terkait peristiwa tersebut, istri sang perwira polisi berinisial, FMW yang berprofesi sebagai seorang dokter ini, melaporkan sang suami dan selingkuhannya ke ‎Polres Magelang Kota.

Ipda Supriyono yang menjabat sebagai ‎Kepala Unit Kecelakaan ( Kanit Laka ) ‎Satuan Lalu Lintas ( Sat Lantas ) Polres Temanggung ini, diduga telah melakukan pelanggaran disiplin berupa perselingkuhan dan tindak pidana perzinahan.

“Saya sudah laporkan peristiwa itu ke Polres Magelang Kota sekitar, saya juga sudah diperiksa dan dimintai keterangan,” ujar istri dari oknum perwira polisi itu, dilansir dari tribunnews.com, Jumat (18/10/2019).

‎FMW mengungkapkan, ia mengetahui bahwa suaminya sedang ‘ngamar’ di hotel tersebut justru dari Daniel, yang tak lain merupakan suami dari IN. “Saya diberitahu, jika suami saya sedang ngamar dengan IN di hotel itu, kemudian saya diminta ke lokasi. Sementara, Daniel sendiri tidak dapat ke lokasi karena berada di luar kota,” ujarnya.

Ketika FMW sampai di hotel yang berada di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kecamatan Magelang Selatan itu, ia bertemu dengan keluarga Daniel berserta anggota kepolisian setempat. Sedangkan, FMW sendiri  juga sudah menghubungi Provost Polres Megelang Kota dan Polres Temanggung.

‎Dokter FMW, keluarga Daniel, dan anggota kepolisian berinisiatif memeriksa CCTV yang ada di hotel tersebut. Dan ternyata, oknum perwira polisi itu berada di hotel tersebut bersama dengan selingkuhannya IN dan seorang anak kecil berusia sekitar dua tahun. Belakangan diketahui, balita tersebut merupakan anak hasil dari pernikahan IN dan Daniel.

BACA JUGA:  Virus Radikalisme Kini Menjalar di Kepolisian, BUMN, Swasta, dan Jurnalis

Ketika kamar hotel itu dibuka ternyata, Ipda Supriyono, dengan selingkuhannya serta seorang balita berada di kamar tersebut. Kemudian ketiganya digelandang ke Mapolres Magelang Kota.

‎Sementara, ‎Daniel suami sah dari IN, telah mencium perselingkuhan istrinya itu sejak beberapa waktu belakangan. Sekitar Agustus 2019 lalu di WhatsApp Grup (WAG) kumpulan Rukun Tetangga (RT) yang diikutinya, ada yang bertanya perihal lelaki yang sering berkunjung ke rumahnya, hingga pukul 02.00 dini hari.

“Kemudian ada yang japri saya, ‎yang sering berkunjung itu rupanya oknum perwira polisi, ia bertanya apakah itu saudara saya atau bukan,” tuturnya.

Selama ini Daniel dan IN memang menjalin hubungan jarak jauh, sejak menikah pada November 2016 lalu. Sehari-hari, Daniel bekerja di tambang batu bara yang ada di Kalimantan Timur.

‎Kecurigaan Daniel bertambah, ketika ia cuti dan berada di rumah mereka di wilayah Kecamatan/Kabupaten Temanggung itu, IN sering keluar bepergian dengan sang oknum polisi itu. “Ngakunya kepada saya rekan kerja. Karena selama ini, istri saya mengaku sebagai informan polisi dan juga informan KPK,” ujarnya.

Menindaklanjuti kecuriagaan itu, Daniel pun mencari tahu lebih jauh sosok oknum perwira polisi itu. Sampai akhirnya ia mendapatkan nomor telepon dokter FMW istri sang perwira polisi itu. “Saya kemudian hubungi bu dokter, saya terus terang bahwa saya adalah suami dari IN. Dokter itu kaget, karena selama ini IN mengaku janda,” ujarnya.

Ternyata, selama ini IN diperkenalkan ke dokter FMW juga sebagai rekan kerja sang suami.

Daniel pun mencari informasi lebih jauh prihal perselingkuhan istrinya, melalui orang-orang kepercayaannya. Setelah yakin atas perselingkuhan istrinya, Daniel pun melaporkan oknum perwira polisi itu ke Provost dan Sat Reskrim Polres Temanggung pada ‎4 September 2019.

BACA JUGA:  Sederetan Barang Mewah Milik Bos First Travel Segera Dilelang

Namun, kata Daniel, setelah sekian lama‎ ia melayangkan laporan, ada kesan pihak terkait tak bergerak cepat menindaklanjuti laporannya itu. Itulah yang memicu dia berinisiatif melakukan Operasi Tangkap Tangan ( OTT ) perselingkuan istrinya dengan oknum perwira polisi itu.

“Sebelum penggrebekan itu, saya diam-diam cu‎ti tanpa memberi tahu istri. Saya ingin menelusuri dan merancang bagaimana caranya agar mereka bisa ditangkap tangan saat sedang selingkuh, dengan bukti yang kuat. Saat penggerebekan pun, posisi saya sudah kembali ke Kalimantan, saya hanya memonitor dari jauh,” katanya.

‎Sedangkan, Kapolres Temanggung, AKBP Muhamad Ali, mengatakan ia belum bisa berkomentar banyak perihal peristiwa ini. Menurutnya, semua masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

 

Comments

comments

Loading...
loading...