Jokowi: Benar Cangkul Harus Impor? Enak Banget Itu Negara Barangnya Kita Impor

Ketika membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengadaan Barang dan Jasa 2019, Jokowi menyoroti banyaknya impor cangkul yang dilakukan Indonesia. Padahal, perkakas tersebut sebenarnya bisa diproduksi sendiri dalam negeri.

“Apakah negara kita yang sebesar ini industrinya yang sudah berkembang, benar cangkul harus impor? Enak banget itu negara yang barangnya kita impor.” ujar Jokowi di JCC, Rabu (6/11).

Rasa kesal yang diungkapkan Jokowi pada rapat tersebut, ditanggapi oleh Kementerian Perdagangan Kemendag menduga bahwa impor tersebut dilakukan secara ilegal.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardana mengatakan bahwa lembaganya hanya memberikan satu kali izin impor perkakas tangan tahun ini. Itu pun tidak dalam bentuk barang jadi. Untuk impor barang jadi seperti cangkul, ia dengan tegas mengatakan tidak pernah memberikan izin.

“Selama 2019, baru satu kali impor bahan baku untuk perkakas tangan, itu seharusnya berbentuk lembaran, belum diruncingkan, belum ada ujungnya, belum dicat, belum diberi merek, masih berbentuk lembaran plat baja,” ujar Wisnu, Jumat (8/11/2019).

“Jadi ini baru sekali dan itu 400 ribu ton. Kami tidak pernah berikan izin impor untuk cangkul jadi,” imbuhnya.

Kemendang sebelumnya bekerja sama dengan pihak terkait berhasil mengamankan ribuan cangkul impor di Surabaya, Jawa Timur, Banten, dan Tangerang. hal itu menguatkan dugaan impor ilegal.

Sedangkan, Dirjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Veri Anggrijono mengatakan bahwa pengamanan ribuan cangkul tersebut dilakukan dua minggu lalu. Cangkul-cangkul tersebut diduga didatangkan secara ilegal dari Tiongkok.

BACA JUGA:  Benarkah Habib Rizieq Dicekal?

“Saat kami temukan, sudah jadi, sudah ada gagangnya, jadi patut diduga illegal. Tapi ini sedang kami dalami. Sementara posisinya di Surabaya dan Tangerang, diduga dari China,” ujar Veri.

Hingga saat ini, Kemendang terus melakukan investigasi. Dikatakan Veri, Kemendag tidak akan segan mencabut izin jika memang terbukti melanggar. “Apabila nanti terbukti tidak punya izin, maka kami akan rekomendasikan untuk pencabutan izin-izinnya,” pungkasnya.

Comments

comments

Loading...
loading...