Pemda yang Sengaja Endapkan APBD di Bank Siap-Siap Kena Hukuman

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengaku akan memberi hukuman kepada pemerintah daerah (pemda) yang dengan sengaja mengendapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di bank.

“Kalau tidak ada proyek pasti disimpan, itu kan menjadi sisa. Kalau jadi sisa anggaran pasti anggaran ke depan dapat penalti,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (8/11/2019).

Kata Airlangga, ada potensi pengurangan anggaran yang akan diberikan oleh pemerintah pusat ke daerah dalam waktu ke depan. Namun ia tidak menjelaskan lebih rinci potensi hukuman yang diberikan bagi pemda.

Dia menyatakan masing-masing pemda harus mengeluarkan dana APBD sesuai dengan kebutuhan daerah tersebut. Tiap daerah sudah memiliki jadwalnya sendiri untuk berbelanja.

“Nah, biasanya pada saat program selesai tender, dana itu harus dibelanjakan. Nanti dihitung pada akhir tahun berapa yang diserap, kalau tidak, jadi sisa anggaran,” ujarnya.

Sedangkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan ada pemda yang menyimpan APBD hingga Rp2 triliun di bank. Hal itu terjadi karena beberapa pemda merasa lebih aman menyimpan uang APBD di bank daripada menggunakannya untuk kegiatan ekonomi di daerahnya atau masyarakat.

“Informasi dari Menteri Keuangan lebih kurang dari Rp2 triliun itu disimpan di bank, jadi bukan untuk kegiatan yang menyentuh langsung ke masyarakat, ke rakyat,” ujar Tito

Fenomena ini, menurut Tito, terjadi karena sejumlah pemda merasa takut untuk melakukan penyerapan anggaran atau membuat kegiatan untuk kepentingan yang menggunakan APBD. Akibatnya, penyerapan APBD sejumlah daerah berada di bawah 60 persen.

BACA JUGA:  Boyong Slipknot, Tiket Early Bird Hammersonic 2020 Habis dalam 5 Menit

“Rasa ketakutan dari kepala daerah akhirnya tidak mampu, tidak berani mengeksekusi karena takut dengan pihak (keamanan). Akhirnya, mohon maaf kami melihat sejumlah penyerapan anggaran di daerah banyak yang hanya 60 persen, bahkan ada yang kurang,” ujarnya.

Comments

comments

Loading...
loading...