Gagal Bayar Utang, Beberapa Pelabuhan di Kenya Diambil Alih China

Gagal membayar pinjaman kepada China, pemerintah Kenya terancam kehilangan pelabuhan Mombasa, seperti dilaporkan African Stand. Kenya juga berpotensi kehilangan aset-aset strategisnya japabila tidak mampu melunasi utang kepada China.

Kenya menggunakan pinjaman tersebut untuk pengembangan Standard Gauge Railway (SGR). Namun, tak hanya Mombasa, pelabuhan Kenya lainnya yang juga dipertaruhkan ialah Inland Container Depot di Nairobi.

“Imbas pengambilalihan pelabuhan itu, nantinya juga bisa berdampak pada nasib ribuan pekerja pelabuhan yang terpaksa harus bekerja di bawah pemberi pinjaman China,” tulis dilansir dari African Stand, Minggu (10/11/2019).

Pendapatan dari pelabuhan itu akan langsung dikirim ke China, sebagai pengganti sekitar sh 500 miliar atas pinjaman untuk pembangunan dua bagian SGR. Namun, audit yang diselesaikan bulan lalu menunjukkan aset Otoritas Pelabuhan Kenya (KPA) yang mencakup pelabuhan Mombasa, dapat diambil alih jika SGR tidak menghasilkan cukup uang tunai untuk melunasi utang.

Ini bukan pertama kalinya China melakukan akuisisi atas pelabuhan seperti kasus ini. Sebelumnya, pada bulan Desember 2017, pemerintah Sri Lanka juga kehilangan Hambantota dan diambil alih China untuk masa sewa 99 tahun setelah gagal menunjukkan komitmen dalam pembayaran pinjaman miliar USD.

Akusisi itu disebutkan New York Times, memberikan China kendali atas kepemilikan wilayah yang menguntungkan di jalur strategis komersial dan militer. “Kasus ini adalah salah satu contoh dari penggunaan pinjaman dan bantuan ambisius China untuk mendapatkan pengaruh di seluruh dunia,” tulis New York Times.

Comments

comments

BACA JUGA:  Iran Klaim Temukan Ladang Minyak Berisi 53 Miliar Barel Minyak Mentah
Loading...
loading...