Beranda HUKUM 3 Orang Pejabat Aceh Ditangkap Usai Pesta Narkoba

3 Orang Pejabat Aceh Ditangkap Usai Pesta Narkoba

3 Pejabat Aceh
3 orang pejabat Aceh Tenggara ini ditangkap oleh Satresnarkoba Polrestabes Medan usai keluar dari tempat hiburan malam ‘ZP’ di Kota Medan. Tiga orang ini diduga baru saja melakukan pesta narkoba.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengungkapkan, 3 orang pejabat Aceh Tenggara yang diringkus tersebut berinisial R, Z, dan S. Mereka diringkus bersama 5 rekan lainnya.

Total ada 8 orang yang ditangkap polisi. Dari jumlah itu, polisi menetapkan 6 tersangka, termasuk 3 pejabat Aceh Tenggara itu. Sebab, dari hasil tes urine ketiganya positif dan ditemukan barang bukti pil ekstasi.

BACA JUGA:  Setubuhi Adik Ipar Sejak Kelas 5 SD Hingga SMA, Pekerja Toko Bangunan di Padang Ditangkap

“Enam orang ini positif (narkoba) dan ditetapkan jadi tersangka, termasuk 3 pejabat Aceh Tenggara tersebut,” ujar Riko di Mapolrestabes Medan, dikutip dari kumparan, Rabu (30/9/2020).

Penangkapan terhadap oknum pejabat Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara ini, berawal dari laporan yang diterima Satresnarkoba Polrestabes Medan, Sabtu (26/9).

BACA JUGA:  Mayat Wanita Ditemukan di Kamar Hotel Ternyata Dibunuh Kekasih Gelapnya

Informasi itu menyebutkan ada sekelompok orang diduga melakukan pesta narkoba di karaoke ZP. Polisi melihat kelompok itu masuk ke ZP sekitar pukul 21.00 WIB.

Dari pengamatan petugas ada 6 pria dan 2 perempuan di kelompok itu. Kemudian sekitar pukul 00.30 WIB para tersangka ditangkap.

“Saat kelompok masyarakat itu ke luar dari tempat hiburan, kemudian kita buntuti mereka. Kemudian di TKP penangkapan, di depan salah satu hotel (bernama) GK di Kota Medan anggota melakukan penindakan terhadap 8 orang tersebut,” kata Riko.

BACA JUGA:  Elon Musk akan Buat Hukum Sendiri di Mars

kemudian dari hasil pemeriksaan ditemukan 1 butir ekstasi. Mereka juga mengaku menggunakan narkoba. Total dari pengakuan mereka ada 6 butir pil ekstasi yang mereka miliki saat masuk ke tempat karaoke.

Dari hasil pemeriksaan para tersangka mengaku datang ke Medan dari Aceh untuk menjenguk istri bupati Aceh Tenggara yang sakit. Jarak kedua kota ini sekitar 450 km.

“Mereka (ini) warga Aceh Tenggara. Ke sini ke Kota Medan dalam rangka menjenguk Ibu Bupati, istri bupati yang sakit jantung atau COVID-19. (Itu) Menurut mereka,” ungkap Riko.

BACA JUGA:  Wanita Bersuami Dibunuh Setelah 2 Kali Berhubungan Badan dengan Kekasih Gelapnya

Riko juga mengatakan dari 6 tersangka yang diamankan 3 lainnya merupakan sopir dan pihak swasta. Soal posisi 3 pejabat yang ditangkap, Riko tidak menyebutnya secara gamblang. Ia langsung bertanya ke ketiga pejabat Aceh Tenggara tersebut saat paparan.

Pada kesempatan itu S mengaku sebagai staf di Setdakab Aceh Tenggara, Z sebagai Kabid Keuangan di Aceh Tenggara sedangkan R memiliki jabatan Kadis Perdagangan. “(Saya) Bekerja di Dinas Perdagangan sebagai kadis,” ujar R kepada polisi.

Atas perbuatannya, mereka disangkakan dengan Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 Jo 132 UU tentang narkotika.

BACA JUGA:  Berebut Kencan dengan Wanita Indonesia, Warga Ghana Ini Tewas Ditikam Temannya Sendiri

Bunyi Pasal 114 (1) UU Narkotika adalah: Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Kumparan

 

loading...