NASIONAL

Agar Fokus Hadapi Wabah COVID-19, Para Menteri Diminta Tak Melayat Ibunda Jokowi ke Solo

COVID-19
Para Menteri Kabinet Kerja diminta fokus hadapi wabah virus corona COVID-19 dan tak melayat ibunda Presiden Jokowi, Sudjatmi Notomiharjo yang meninggal di RS Slamet Riyadi Solo, Rabu (25/3/2020) sekitar pukul 16.45 WIB.

Kabar kepergian Ibunda Presiden Jokowi ini di tengah situasi Indonesia sedang menghadapi perang melawan COVID-19, tentu menjadi duka bagi para anggota Kabinet Kerja yang kini tengah berjibaku membentengi negeri ini dari wabah tersebut.

Sedangkan Presiden Joko Widodo langsung terbang ke Solo yang saat ini dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) COVID-19.

Jokowi sampai di Solo sekitar pukul 17.52 WIB. Namun, Mensesneg Pratikno, meminta agar para menteri termasuk staf khusus tidak melayat ke Solo.

“Doa Bapak Ibu untuk Ibunda Presiden Jokowi yang wafat dari Jakarta saja. Mohon Bapak Ibu fokus pada tugas masing-masing,” pesan Pratikno di Grup WhatsApp menteri dan stafsus.

Pesan itu pun dibenarkan oleh salah seorang menteri. Namun, tidak dijelaskan alasan tak diperkenankan ke Solo.

Jubir Presiden, Fadjroel Rahman juga menyampaikan hal yang sama terkait pesan singkat dari Pratikno itu. Jokowi meminta jajaran kabinet dan stafsus tetap bekerja di Jakarta menangani wabah Corona. Pesan singkat Pak Pratik, kami berdoa saja di Jakarta, menjalankan tugas,” ujar Fadjroel.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak hadir ke pemakaman Ibunda Presiden Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo.

Jasad ibunda Jokowi akan dikebumikan di pemakaman keluarga yang terletak di Mundu, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3) pukul 13.00 WIB.

“Baru saja saya bicara dengan Kapolda dan Pak Pangdam dan saya diminta menyampaikan ke masyarakat, terima kasih atas ucapan belasungkawa, terima kasih atas doanya semuanya. Keluarga berharap besok kalau bisa, mendoakan dari rumah masing-masing, agar tidak terjadi kerumunan,” ujar Ganjar, di Solo, Rabu (25/3).

BACA JUGA:  Covid-19: Protes Karena Kekurangan APD, Dokter Bentrok dengan Polisi

Ganjar mengatakan keluarga Jokowi tentunya akan sangat bahagia dan senang, bahkan menghormati jika warga masyarakat semuanya bisa mendoakan mendiang Sujiatmi Notomiharjo dari rumah, tanpa harus ke pemakaman.

“Dan keluarga tahu betul apa yang kemudian dirasakan oleh masyarakat dan keinginannya, saya kira pesan pendek ini kita sampaikan kepada seluruh masyarakat agar semua, besok bisa mendoakan dari rumah saja. Itu yang kita sampaikan pesan pendek dari keluarga,” kata Ganjar.

Apa yang disampaikan Ganjar itu sehubungan dengan mewabahnya virus COVID-19. Apalagi Solo sudah menetapkan corona sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Comments

comments

loading...