Beranda POLITIK Ahmad Yani Mengaku Gagal Ditangkap Aparat

Ahmad Yani Mengaku Gagal Ditangkap Aparat

Ahmad Yani
Penangkapan terhadap Ahmad Yani gagal dilakukan oleh aparat kepolisian, sebab Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini menolak karena polisi tidak mampu menjelaskan alasan penangkapan terhadap dirinya.

Penangkapan terhadap Ahmad Yani yang terjadi pada Senin (19/10) malam, yaitu sekitar pukul 19.15 WIB. Tim kepolisian langsung mendatangi kantor Ahmad Yani yang berprofesi sebagai pengacara, di Matraman, Jakarta Pusat.

BACA JUGA:  469 Petugas KPPS di Padang Reaktif Covid-19, KPU: Apabila Positif Tidak Diganti

“Iya benar seperti itu (ada percobaan penangkapan). Saya ada di kantor dan saya tanya apa dasarnya perbuatan melanggar hukum apa yang saya lakukan,” kata Ahmad Yani dikutip dari Republika.

Namun, Ahmad Yani, mengatakan petugas kepolisian tidak bisa menjelaskan alasan upaya penangkapan terhadapnya. Ia pun dengan tegas menolak ditangkap.

“Saya minta (polisi) menjelaskan apa dasar penangkapan saya, dan mereka polisi tidak bisa jawab,” ujar Ahmad Yani.

BACA JUGA:  Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung, untuk Jangkau Kawasan Terpencil

Polisi saat itu kata Ahmad Yani, hanya menjelaskan soal dugaan keterlibatan dirinya terkait narasi video di Youtube yang disebut oleh aktivis KAMI, Anton Permana dalam pemeriksaan. Anton Permana sendiri sebelumnya telah ditangkap terlebih dahulu oleh polisi.

“Saya tidak buat narasi itu tapi itu merupakan sikap KAMI,” jelas Ahmad Yani.

Menurut Ahmad Yani, seharusnya apabila alasan penangkapan atas dirinya adalah hasil pemeriksaan Anton, polisi mestinya memanggil terlebih dahulu dirinya. Kemudian, polisi seharusnya melakukan klarifikasi terhadap dirinya.

BACA JUGA:  MUI Bukan Organisasi Politik, Makanya Tengku Zulkarnain Terdepak

“Itu kan pengembangan dari pemeriksaannya Anton. Harusnya diklarifikasi dulu, periksa dulu baru setelah itu mau dijadikan tersangka silakan. Gitu dong,” ujar Ahmad Yani.

Karena Ahmad Yani menolak ditangkap, seorang perwira polisi pimpinan penyidik kemudian datang. Namun kata Ahmad Yani, perwira polisi itu juga tak bisa menjelaskan secara rinci alasan penangkapan dirinya.

“Karena saya minta jelaskan apa dasar penangkapan saya, dan mereka polisi tidak bisa jawab. Akhirnya datang ketua tim penyidiknya, ya sudah, dia bilang nanti kita berkomunikasi lagi,” ujar Ahmad Yani

BACA JUGA:  Video Azan Jihad Resahkan Masyarakat, Muhammadiyah Minta Aparat Segera Lakukan Penyelidikan

Namun, Polri membantah melakukan upaya penangkapan terhadap Ahmad Yani. Polri mengeklaim, datangnya para penyidik Bareskrim anggota Polri ke kantor Ahmad Yani di Matraman, Jakarta Pusat pada Senin (19/10) malam sekadar untuk berkomunikasi.

“Enggak ada, kita baru datang dengan komunikasi ngobrol-ngobrol aja. Jadi ngobrol-ngobrol yang bersangkutan bersedia sendiri untuk hari ini hadir ke Bareskrim,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono, Selasa (20/10/2020).

Argo sendiri mengakui adanya sejumlah anggota Reserse Bareskrim Polri mendatangi Ahmad Yani. Menurut Argo, kedatangan polisi itu dalam rangka melakukan penyelidikan terkait aksi anarkistis tanggal 8 Oktober 2020, di mana polisi sebelumnya menangkap sejumlah aktivis KAMI.

BACA JUGA:  7 Orang Kelompok Teroris Ali Kalora Ditembak Mati, Ini Daftar Lainnya

Argo menuturkan, dari kedatangan polisi, itu Ahmad Yani kemudian bersedia memberi keterangan. “Jadi yang bersangkutan akan memberi keterangan hari ini (Selasa), sekarang sedang kami tunggu,” ujar Argo.

Jenderal Bintang Dua itu masih menolak memberikan keterangan lebih lanjut soal keterangan Ahmad Yani dan keterkaitan dengan para tokoh KAMI yang ditangkap. “Ya masih dalam pengembangan,” kata dia.

Sementara, Badan Reserse Kriminal Polri akan segera mengagendakan pemeriksaan terhadap Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani.

BACA JUGA:  Begini Panduan Ibadah Natal Saat Pandemi dari Kemenag

“Rencana akan dipanggil, tunggu pelaksanaannya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono, Rabu, 21 Oktober 2020.

Sebelumnya, kepolisian kediaman Ahmad Yani pada 19 Oktober 2020. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan, kedatangan penyidik untuk menyelidiki terkait adanya aksi demo Omnibus Law yang anarkis pada 8 Oktober 2020.

Namun, setelah penyidik bercakap-cakap dengan Ahmad Yani, pentolan KAMI itu sepakat akan datang ke Gedung Bareskrim Mabes Polri untuk memberikan keterangan pada 20 Oktober 2020. Hanya saja, Ahmad Yani tak datang.

BACA JUGA:  Munarman: Bima Arya, Saya Ingatkan Jangan Sok Kuasa

Selama ini, Ahmad Yani berperan dalam mendampingi sejumlah aktivis KAMI yang ditangkap dan dijerat polisi dengan UU ITE. Dalam hal ini, Ahmad Yani memberikan bantuan hukum pada sejumlah tokoh KAMI seperti Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, Anton Permana, dan lain-lain. Sebelumnya, polisi telah menangkap total delapan tokoh KAMI di Medan dan Jabodetabek. Mereka ditangkap dengan Pasal-pasal UU ITE.

loading...
Apa Tanggapan Anda Tentang Media Ini?