HUKUM

Akhirnya Srikandi Pertama Pertamina Itupun Menghirup Udara Bebas

Udara bebas resmi dihirup oleh mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, Selasa (10/3/2020) usai vonis bebas dijatuhkan oleh Mahkamah Agung (MA). Pada pukul 19.15 WIB Karen meninggalkan rumah tahanan Kejaksaan Agung.

“Saya ucapkan sujud syukur kepada Allah yang telah memberikan kebahagiaan yang luar biasa pada hari ini,” ujar Karen di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (10/3/2020).

Namun, Karen sempat mengungkap rasa kecewanya terhadap kejaksaan yang dianggap terlalu memaksakan kasusnya diseret ke ranah korupsi. “Ini adalah aksi korporasi terkait business judgement. Domainnya adalah hukum perdata, tapi dipaksakan menjadi domain hukum pidana perkara tindak pidana korupsi,” ujar Karen.

Tapi, Karen enggan menyebut sosok yang memaksakan perkara ini. “Saya tidak mau menjawab di sini. Saya kira nama baik saya rusak, karakter saya dihancurkan,” tegas Karen.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono membantah adanya pemaksaan dalam kasus ini. “Tidak ada yang namanya dipaksakan,” ujar Hari ketika menggelar konferensi pers.

Hari mengatakan, sejak awal kejaksaan menyelidiki kasus ini dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi.  “Sejak awal terdapat indikasi Tipikor, kemudian berkembang pada penyidikan dan terbukti. Lalu proses banding menyatakan demikian tapi putusan MA begini (bebas),” ujar Hari.

Karen telah menjalani masa tahanan selama 1,5 tahun dari vonis 8 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dalam kasus blok Basker Manta Gummy (BMG). Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi telah menyatakan Karen merugikan keuangan negara dan memperkaya orang lain atau korporasi dalam kasus tersebut.

Karen juga dianggap telah menyalahgunakan wewenangnya sebagai Direktur Pertamina ketika berinvestasi di Blok BMG dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 568,06 miliar. Persoalan tersebut terjadi saat Pertamina membeli sebagian aset di Blok BMG Australia melalui Participation Interest tanpa didasari kajian kelayakan atau feasibility study berupa kajian secara lengkap (final due dilligence).

BACA JUGA:  WHO Tegaskan Suhu Panas Tidak Bisa Cegah Infeksi Covid-19

Karen kemudian dinyatakan bebas setelah majelis hakim kasasi Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan vonis terhadap Karen Agustiawan pada Senin (9/3/2020). MA menganggap perbuatan Karen bukanlah tindak pidana namun murni keputusan bisnis.

“Alasan pertimbangan majelis karena business judgement rule dan bukan merupakan pidana,” ujar Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro seperti dilansir Katadata.co.id, Senin (9/3/2020).

Comments

comments

loading...