Beranda PERISTIWA Aksi Unjuk Rasa di Sulawesi Tenggara Berujung Ricuh

Aksi Unjuk Rasa di Sulawesi Tenggara Berujung Ricuh

Aksi unjuk rasa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Kendari di depan Polda Sultra, Selasa (22/10/2019) akhirnya berujung pada kericuhan. Massa terlibat bentrok dengan polisi hingga mengakibatkan 3 aparat dan 5 mahasiswa terluka.

Para peserta unjuk rasa mendatangi Polda Sultra sekitar pukul 11.00 WITA. Mereka menuntut agar kasus meninggalnya mahasiswa korban penembakan di Kendari, yakni Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi, diusut tuntas.

Aksi itupun diikuti oleh paman dari almarhum Yusuf Kardawi, Samsuddin, dan dia pun turut berorasi. Ia mengaku sengaja ikut demo di Polda Sultra lantaran proses pengusutan kasus penembakan kedua mahasiswa tersebut dianggap tak kunjung tuntas.

“Kami datang meminta keadilan bapak-bapak. Kami ikhlas dengan meninggalnya Yusuf, tapi sebagai keluarga kami tidak ikhlas almarhum meninggal karena tembakan.” ujar Samsuddin dalam orasinya.

Pada aksi itu, massa membakar ban bekas di depan Polda Sultra. Para mahasiswa juga menggelar aksi teatrikal di depan kawat duri dengan penjagaan ketat aparat polisi dan TNI. Namun sayangnya aksi ini berujung ricuh. Massa terlibat bentrok dengan polisi hingga mengakibatkan 3 aparat dan 5 mahasiswa terluka.

Aksi unjuk rasa itu pada awalnya memang berlangsung damai. Namun, suasana tiba-tiba memanas karena salah satu oknum polisi dari Resmob Polda Sultra ketahuan berkerumun di tengah massa. Oknum polisi tersebut lantas diduga menjadi bulan-bulanan massa hingga kepala dan wajahnya berlumuran darah.

Oknum polisi tersebut lantas diamankan oleh aparat TNI yang turut terlibat dalam pengamanan. Namun, massa ikut memukul anggota TNI yang diketahui bernama Sertu Subakri. Aparat TNI tersebut terkena pukulan di wajah hingga sempat pingsan. Subakri lantas dievakuasi ke rumah sakit.

Tidak itu saja, salah seorang polisi dari Direktorat Intelkam Polda Sultra juga menjadi bulan-bulanan massa. Polisi pun membalas dengan menangkap dan mengamuk tiga orang mahasiswa yang lantas diseret ke ruangan jaga Propam Polda Sultra.

BACA JUGA:  Prancis Minta Warganya Waspadai Serangan Teroris

Ketiga mahasiswa tersebut dikeluarkan dan dibawa ke rumah sakit usai perwakilan massa berdialog dengan aparat. Sementara itu, terdapat pula 2 mahasiswa lainnya yang dikabarkan terluka akibat terjatuh hingga harus dilarikan ke Puskesmas Poasia Kota Kendari. Bentrok ini baru berakhir sekitar pukul 18.00 WITA, usai polisi berhasil memukul mundur massa.

loading...