POLITIK

Ancaman COVID-19 Tak Menyurutkan Langkah DPRD DKI Jakarta Memilih Wakil Gubernur

COVID-19
Covid-19 terus mengancam, virus ini bahkan telah menewaskan 90 orang warga DKI Jakarta, 499 orang kini tengah terkapar terpapar Virus corona.

Namun ancaman virus corona COVID-19, tidak membuat langkah DPRD DKI Jakarta surut untuk menggelar Pemilihan Wakil Gubernur, Senin (6/4/2020) mendatang.

Dari informasi yang diperoleh, karena dalam kondisi perpanjangan darurat virus COVID-19, maka untuk penyelenggaraan akan dilakukan dengan kesempatan terbatas. Bahkan sejumlah program seperti penyampaian visi misi calon akan dilakukan melalui teleconfrence.

Menurut Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur DKI Jakarta, Farazandi Fidinansyah, mengatakan, ada pemangkasan proses. Seperti, rangkaian penyampaian visi misi melalui hubungan jarak jauh.

"
"

“Kita menyelenggarakan rapat paripurna Pilwagub tanggal 6 April, tapi karena waktu dibatasi kita sederhanakan rangkaian kegiatannya,” ujar Farazandi, Rabu (1/4/2020).

Seharusnya, kata Farazandi, paripurna tanggal 6 April itu akan dilakukan sekaligus yakni penyampaian visi misi dan pemilihan.

“Kita pecah paripurna hanya fokus pada pemungutan pemilihan dan penghitungan. Penyampaian visi misi dan tanya jawab kita pecah di luar paripurna. Kita usulkan menggunakan teleconference,” ujarnya.

Untuk penyampaian visi misi dan tanya jawab dengan menggunakan teleconference akan dilakukan pada Jumat (3/4/2020).

Untuk mekanismenya, Farazandi menjelaskan, setiap fraksi akan ada satu orang perwakilannya. Ditambah kedua Cawagub dan satu moderator.

“Itu nanti kita undang ke kantor di ruangan steril. Nanti kita siapkan kamera dan koneksi internet, kita mungkin nanti akan menggunakan bantuan teknologi, dari situ kita streaming keluar,” jelasnya.

Dengan demikian anggota dewan yang lain, masyarakat umum dan awak media masih tetap dapat menyaksikan jalannya penyampaian visi misi dan tanya jawab lewat channel yang telah disediakan.

“Kita alokasi waktu maksimal tiga jam lah. Itu Maksimal,” pungkas Farazandi.

BACA JUGA:  Pindahkan Habib Bahar ke Nusakambangan adalah Bentuk Arogansi Kekuasaan

Comments

comments

loading...