HUKUM

Andi Irfan Jaya Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Suap Djoko Tjandra

Andi Irfan Jaya
Andi Irfan Jaya akhirnya ditetapkan oleh Kejaksaan Agung sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap yang menyeret Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Kejagung menyebut Andi adalah seorang pengusaha.

Andi Irfan Jaya hari ini, Rabu (2/8/2020) diperiksa sebagai saksi untuk perkara Pinangki tersebut. Dari hasil pemeriksaan, Andi ditetapkan sebagai tersangka. “Pada hari ini penyidik telah menetapkan satu orang tersangka lagi dengan inisial AI,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2020).

BACA JUGA:  Oknum Polisi Simpan Sabu, Todongkan Senjata Tajam Saat Ditangkap

Hari mengatakan, Andi Irfan Jaya diduga telah melakukan pemufakatan jahat bersama dua tersangka lain dalam kasus ini yaitu, Pinangki serta Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Pemufakatan terkait dengan kepengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA).

Andi Irfan Jaya

BACA JUGA:  Gawat, Tanpa SPDP, Penyidik Tetapkan FT Sebagai Tersangka

Peran Andi Irfan Jaya dalam kasus ini diduga sebagai perantara pemberi suap dari Djoko Tjandra ke Pinangki, untuk mengurus Fatwa MA. Fatwa tersebut diurus agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi dalam kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali. Namun fatwa itu tak pernah terbit.

“Dugaannya sementara ini tidak langsung ke oknum jaksa tetapi diduga melalui tersangka yang baru ini (Andi),” ujarnya.

BACA JUGA:  Kasus Pencabulan Anak di Gereja Depok Memasuki Babak Baru

Hari juga menyampaikan dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengenal Andi melalui Jaksa Pinangki. Namun, Kejagung masih melakukan penyidikan lebih lanjut untuk kasus ini.

Andi kini ditahan di Rutan cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam kasus ini, Andi dijerat dengan Pasal 15 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

BACA JUGA:  Jenderal Napoleon Melawan Minta Kasus Hukumnya Terkait Djoko Tjandra Dihentikan

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan Pinangki dan Djoko Tjandra sebagai tersangka. Pinangki diduga menerima suap dari Djoko Tjandra. Keduanya disangka bekerja sama untuk mendapatkan fatwa MA.

Andi Irfan Jaya

Fatwa tersebut diurus agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi dalam perkara Bank Bali yang menjeratnya. Namun, temuan Kejagung mengungkapkan, fatwa tersebut tak pernah terbit.

BACA JUGA:  Zuraida Hanum Otak Pembunuhan Hakim Jamaluddin Dihukum Mati

Djoko Tjandra pun dijerat dengan Pasal 5 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Pemberantasan Tipikor atau Pasal 5 ayat 1 huruf b UU Tipikor atau Pasal 13 UU Tipikor.

Ia kini menjalani hukuman di Lapas Salemba, Jakarta atas kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali.  Sementara itu, Pinangki ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung.

BACA JUGA:  Prostitusi Berkedok Panti Pijat Beroperasi di Kelapa Gading, Tarif Rp 300 Ribu

Pinangki diduga menerima uang suap sebesar 500.000 dollar Amerika Serikat atau jika dirupiahkan sebesar Rp 7,4 miliar. Pinangki pun disangkakan Pasal 5 Ayat (2) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 250 juta.

loading...