Beranda HUKUM Anggota DPRD Pemilik 5 Kg Sabu Itu Ternyata Residivis Narkoba

Anggota DPRD Pemilik 5 Kg Sabu Itu Ternyata Residivis Narkoba

Anggota DPRD Palembang
Anggota DPRD Palembang dari Fraksi Golkar, berinisial D yang ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatra Selatan, ternyata residivis narkoba pada tahun 2012.

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Jhon Turman Pandjaitan, menyebut oknum Anggota DPRD Palembang tersebut pernah ditangkap dan ditahan satu tahun penjara, saat masih berkuliah.

“D ini residivis narkoba sejak kuliah dulu pernah juga ditangkap tetapi setelah bebas dia masih mengulangi lagi perbuatannya,” ujar Jhon, Rabu, (23/9/2020).

Jhon menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengembangan kasus terhadap tersangka D cukup panjang, mulai dari penangkapan jaringan sabu di Aceh, Medan, Palembang dan Sukabumi, Jawa Barat.

BACA JUGA:  Mayat Wanita Ditemukan di Kamar Hotel Ternyata Dibunuh Kekasih Gelapnya

Sedangkan, pemasok sabu tersangka D telah ditangkap di Medan beberapa waktu lalu. “D ini merupakan bandar sekaligus otak intelektual pengedar sabu jaringan antar pulau Sumatra-Jawa,” ujarnya.

Dalam penggerebekan yang dilakukan BNNP Sumsel, sabu akan diantar oleh kaki tangan D ke lokasi penatu tersangka. Selanjutnya disimpan di lemari.

Pihaknya juga menemukan tambahan empat kilogram sabu di lokasi penatu. Selain itu juga menemukan enam bungkus ekstasi.

BACA JUGA:  Setubuhi Adik Ipar Sejak Kelas 5 SD Hingga SMA, Pekerja Toko Bangunan di Padang Ditangkap

“Jadi dari penangkapan tersangka D ini total seluruhnya ada lima kilogram sabu dan 30.000 pil ekstasi,” ujarnya.

Tersangka D akan dikenakan pasal 114 ayat 1 junto pasal 112 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.  “Kami inginnya D ini bisa terjerat hukuman mati atau seumur hidup. Tetapi kalau 20 tahun itu sudah bagus,” pungkasnya.

Sementara itu, Herpanto, Sekertaris DPD Partai Golkar Sumsel mengatakan, dirinya sudah mendapat laporan adanya salah satu kader partai yang terlibat dalam kasus narkoba tersebut.

BACA JUGA:  Elon Musk akan Buat Hukum Sendiri di Mars

“Tapi secara resmi, kami belum mendapat konfirmasi dari DPD Partai Golkar Kota Palembang,” ujarnya.

Untuk saat ini, pihaknya masih menerapkan azas praduga tak bersalah. Sehingga saat ini belum bisa mengambil keputusan terkait sanksi bagi oknum anggota dewan tersebut. “Namun untuk sanksinya, pasti akan kita berlakukan jika sudah terbukti bersalah,” pungkasnya.

 

loading...