Beranda INOVASI Bukan Main! Bakteri D. Radiodurans Masuk Guiness World Record

Bukan Main! Bakteri D. Radiodurans Masuk Guiness World Record

Bakteri yang mempunyai nama ilmiah Deinococcus radiodurans merupakan bakteri paling tangguh yang pernah diidentifikasi. D. radiodurans tercatat di Guinness Book of World Record sebagai bakteri tertangguh di dunia.

Prestasi luar biasa dari bakteri D. radiodurans muncul karena susunan genom D. radiodurans. Bakteri ini mempunyai 4 -10 genom yang bukan salinan tunggal, namun salinan genom yang tampak bertumpuk satu sama lain. Genom tambahan memungkinkan bakteri memulihkan setidaknya satu salinan lengkap genomnya setelah terpapar radiasi.

Dalam perbaikan DNA, ada 3 gen yang memainkan peran utama. Gen pertama, polA, berfungsi sebagai gen yang menyandi enzim DNA polymerase, Gen kedua, recA, berfungsi sebagai gen yang menyandi RecA. Gen RecA sendiri berfungsi dalam rekombinasi homolog dan perbaikan DNA. Gen ketiga, uvrA, berfungsi sebagai gen yang menyandi UvrA. Gen UvrA terlibat dalam mekanisme nucleotida excision repair.

Bakteri ini adalah jenis bakteri gram positif, aerob, tidak membentuk spora, non patogen, berwarna pink kemerahan hingga kemerahan, dan dapat berkembang dengan baik pada suhu 30 derajat celcius. Bakteri ini mempunyai dinding sel yang tebal dan bentuknya tetrad serta besar. Bentuknya membuat bakteri ini sulit ditembus dinding selnya dan susah diekstrak sitoplasmanya.

A. W. Andreson merupakan orang pertama yang mengidentifikasi bakteri ini di Oregon Agricultural Experiment Station, Corvallis, Oregon pada tahun 1956 saat mensterilisasi kaleng yang berisi daging.

D. Radiodurans punya kemampuan resisten terhadap radiasi UV, ionisasi, Radikal Oxidative Species (ROS), kekeringan, kekurangan nutrisi, dan mutagen elektrofiliki. Bakteri D. radiodurans tahan terhadap paparan gamma hingga 1500 kilorad tanpa mati ataupun mutasi. Sebagai perbandingan, manusia akan mati saat terkena paparan 10 kilorad dan E. coli akan mati apabila terkena paparan sinar gamma sebanyak 100 hingga 200 kilorad. Hal ini lah yang membuat bakteri ini masuk ke dalam buku rekor dunia.

BACA JUGA:  Prancis Minta Raksasa Teknologi Bayar Pajak Digital

Tentu ada yang spesial dari bakteri ini yang membuat D. radiodurans masuk buku rekor dunia. Jawabannya ada pada protein RecA, protein khusus yang berperan dalam menemukan fragmen tumpang tindih dan menyatukannya. Selain itu, mutasi pada gen KH3111 membuat D. radiodurans resisten terhadap sinar UV, dan sinar X. Gen lain yang membuat D. radiodurans resisten terhadap beberapa senyawa perusak DNA seperti aflatoxin, bleomycin, dan mitomycin adalah pprA (pleiotropic gene promoting DNA repair).

Bakteri ini belum diketahui dimana habitat alaminya karena dibumi sendiri belum ada tempat dengan tingkat radiasi yang setara dengan tingkat ketahanan bakteri ini. Namun, bakteri ini ditemukan di berbagai lingkungan seperti tanah, kotoran gajah, dan lembah kering antartika. Asal usul bakteri ini sangat misterius karena tidak ada petunjuk dari lingkungan mengapa dan bagaimana bakteri ini dapat berevolusi sehingga mempunyai tingkat ketahanan yang sangat luar biasa.

Namun terdapat beberapa spekulasi, perlu diingatkan kembali, hanya spekulasi, yang menyatakan bahwa bakteri ini muncul dan berevolusi dari respon terhadap dehidrasi, yang dimana dehidrasi tidak jarang terjadi di alam. Respon organisme terhadap dehidrasi adalah sama dengan radiasi. Karena, jenis kerusakan DNA yang diakibatkan oleh dehidrasi sama dengan kerusakan yang diakibatkan oleh radiasi.

Bakteri D. radiodurans sangat berpotensi digunakan dalam bioremediasi dan mengurai toluena, bahan kimia organik di lokasi limbah radioaktif. Bakteri ini diketahui dapat mengurai merkuri menjadi bentuk yang jauh lebih tidak beracun. Penemuan bakteri ini menjadi salah satu solusi yang murah dan efektif dalam penanganaan limbah PLTA dan limbah radioaktif lainnya. Bakteri ini dapat digunakan pula dalam menjelajahi dan mencari kehidupan d iexo planet atau planet di luar tata surya.

BACA JUGA:  Thailand Sahkan UU Larang Kritik Kerajaan

 

loading...
Apa Tanggapan Anda Tentang Media Ini?