Beranda HUKUM Baru Saja Dilantik Jadi Ketua KPK Firli Bahuri Dituduh Terima Suap 35...

Baru Saja Dilantik Jadi Ketua KPK Firli Bahuri Dituduh Terima Suap 35 Ribu Dolar AS

Nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri disebut dalam persidangan perkara suap dengan terdakwa Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang, Selasa (7/1/2020).

Menanggapi soal namanya disebut-sebut sebagai penerima suap, Firli menegaskan bahwa ia tak pernah menerima apa pun dari orang lain. “Saya tidak pernah menerima apa pun dari orang, keluarga saya pun sudah kasih tahu jangan menerima apa pun. Jadi, pasti ditolak,” ujar Firli.

Mantan Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) itu juga menyatakan bahwa selama menjabat sebagai Kapolda Sumsel, dirinya juga tak pernah menerima sesuatu. “Semua pihak yang mencoba memberi sesuatu kepada saya atau melalui siapa pun pasti saya tolak, termasuk saat saya jadi Kapolda Sumsel saya tidak pernah menerima sesuatu,” kata Firli.

Sebelumnya, sidang kasus suap 16 paket proyek jalan senilai Rp132 Miliar dengan terdakwa penerima suap Ahmad Yani menyeret nama Firli. Disebutkan kalau ada upaya memberikan 35 ribu dolar AS kepada Firli Bahuri yang saat itu menjabat Kapolda Sumsel.

Kuasa Hukum terdakwa, Maqdir Ismail mengatakan, kemunculan nama Firli berasal dari penyadapan yang dilakukan KPK atas terdakwa lain dalam kasus yang sama, Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyart Muara Enim Elfin Muchtar.

“BAP hanya menerangkan percakapan antara Elvin dan kontraktor bernama Robi. Dalam percakapan itu Elvin akan memberikan sejumlah uang ke Firli Bahuri, sementara Firli tidak pernah dimintai konfirmasi apakah benar dia menerima uang atau tidak,” jelas Maqdir dikutip dari Antara.

Sementara, Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengindikasikan tidak adanya penerimaan uang yang dilakukan oleh Firli Bahuri ketika masih menjabat sebagai Kapolda Sumatra Selatan periode 20 Juni 2019-8 November 2019.

BACA JUGA:  Habib Bahar Kembali Ditetapkan Sebagai Tersangka Penganiayaan

“Kembali juga ke dakwaan JPU, dalam surat dakwaan kalau kita ikuti memang tidak ada kaitannya bahwa penerimaan uang oleh terdakwa ini diberikan untuk Pak Kapolda saat itu,” kata Ali.

Ketika ditanya apakah Dewan Pengawas KPK akan memeriksa Firli, Ali menilai terlalu jauh untuk dilakukan dan mempersilakan masyarakat untuk mengikuti sidang lanjutannya saja. “Karena dalam rangkaian perbuatan di surat dakwaan tidak ada kaitannya dan itu sesungguhnya penasihat hukum terdakwa sudah menjelaskan itu tidak terkait,” pungkasnya.

loading...