Beranda HUKUM Bupati Bangkalan Ditangkap KPK

Bupati Bangkalan Ditangkap KPK

Bupati Bangkalan
Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli jabatan.

Bupati Bangkalan ini kini tengah diterbangkan dari Surabaya, Jawa Timur menuju Jakarta. Dia disebut berangkat dari Surabaya Rabu (7/12/2022) pukul 20.00 WIB.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Salah satu pihak yang ikut ditangkap adalah Abdul Latif Amin Imron.

“Hari ini (7/12) bertempat di Polda Jatim, tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka dugaan korupsi di Kabupaten Bangkalan,” ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri.

Ali juga menjelaskan pemeriksaan itu dilakukan guna pengungkapan penyidikan yang tengah diusut KPK. Ali memastikan para tersangka bakal di bawa ke Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

“Untuk kebutuhan penyelesaian perkara dimaksud, tim KPK menangkap para tersangka tersebut dan segera dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron sendiri terlibat dalam pusaran suap jual beli jabatan. Tak tanggung-tanggung, sumber ini menyebut Abdul Latif menerima suap hingga miliaran rupiah.

Sementara, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkap bahwa Abdul Latif Amin Imron tak hanya menjadi tersangka dalam kasus jual-beli jabatan. KPK menduga Abdul Latif juga terlibat dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa.

“Oh, sebetulnya nggak hanya (kasus) lelang jabatan. Mungkin, biasanya kan itu awalnya ada yang lapor terjadi jual beli jabatan,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Jumat (28/10/2022) lalu.

“Setelah didalami, mungkin ada kegiatan PBJ (pengadaan barang dan jasa) bisa jadi. Ada terkait perizinan, kan umumnya seperti itu ya,” imbuhnya.

Facebook Comments

Artikulli paraprakDiwarnai Momen Dramatis, Persib Bandung Bungkam Persik 3-0 di Liga 1 2022
Artikulli tjetërKenapa Seorang Janda Bisa Bertahan Hidup lebih Lama dari Pada Duda?