ASUSILA

Cabuli 6 Muridnya, Ali Shodiqin Hanya Dihukum 10 Bulan Penjara

Ali Shodiqin
Illustrasi
Terbukti cabuli 6 muridnya, Ali Shodiqin (41), Kepala Sekolah sebuah SMP swasta di Surabaya ini divonis 10 bulan penjara. Majelis hakim mengatakan bahwa terdakwa telah melakukan perbuatan asusila di depan umum.

“Mengadili, menghukum terdakwa Ali Shodiqin dengan pidana penjara selama 10 bulan dikurangi dengan penahanan yang telah dijalani,” ujar ketua majelis hakim saat membacakan amar putusan di Ruang Tirta I, Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (24/3/2020).

Vonis tersebut langsung diterima oleh Ali Shodiqin karena lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut agar terdakwa dihukum selama 6 tahun penjara dan ganti rugi Rp 10 juta subsider 2 bulan kurungan.

Terkait putusan majelis hakim tersebut, jaksa Novan Arianto menyatakan akan pikir-pikir dahulu selama 7 hari ke depan. Karena, menurutnya vonis yang dijatuhkan sangat ringan dibanding tuntutan jaksa sebelumnya.

“Kami masih punya waktu tujuh hari untuk bersikap. Dan saya akan laporan dulu hasil persidangan ini ke pimpinan,” ujar Novan.

Sebelumnya diberitakan, seorang kepala sekolah SMP swasta, Ali Shodiqin, di Surabaya terbukti telah mencabuli enam orang muridnya. Para korban mengaku telah mendapatkan pelecehan seksual dari pelaku. Pencabulan yang dilakukan tersangka seperti memegang dan memeras kemaluan korban.

Kasus ini terungkap, Rabu (3/4/2019) lalu, pelapor mengadakan pertemuan dengan wali murid untuk membahas nilai anak-anak mereka yang menurun. Saat pertemuan tersebut, salah satu wali murid mengatakan bahwa anaknya telah menjadi korban pencabulan oleh Ali Shodiqin.

Setelah pertemuan tersebut, masing-masing wali murid menanyakan kepada anaknya dan memang benar ada yang menjadi korban pencabulan oleh Ali Shodiqin.

Menurut keterangan korban, perbuatan tersangka AS juga disaksikan oleh teman-temannya. Kemudian pada Senin (8/4/2019) pelapor dan wali murid lainnya melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim.

BACA JUGA:  Mahfud MD: Pemerintah Tidak akan Bebaskan Napi Korupsi, Terorisme, dan Narkoba

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana mengatakan aetelah pihaknya mendapat pengaduan dari masyarakat pada 8 April. Petugas langsung melakukan penyidikan dan ada enam murid yang mengaku mendapat pelecehan seksual.

Comments

comments

loading...