Beranda TEKNOLOGI OTOMOTIV Cara Memilih SAE Oli yang Sesuai Kondisi Motor

Cara Memilih SAE Oli yang Sesuai Kondisi Motor

Oli sudah waktunya diganti jika pertanda berikut sudah muncul. Tanda seperti speedometer sudah memberikan petunjuk untuk mengganti oli, mendengar suara kasar, dan/atau perpindahan gigi sudah keras.

Memilih oli memang tak boleh asal. Sebab oli memegang peranan yang penting dalam motor, sebagai peredam getaran dan mengurangi gesekan mesin, pendingin dan perapat celah antara piston dengan silinder, pembersih, dan anti karat.

Pemilihan oli yang baik harus sesuai dengan kondisi motor, jadi Anda bisa melihat ukuran SAE yang terdapat pada kemasan. SAE atau kekentalan adalah pembeda oli mesin berdasarkan tingkat sifat dan kekentalan, bukan ukuran mutu kualitas.

sae oil

Arti dari kode kemasan oli motor SAE tak sekedar encer dan juga kental, tetapi lebih ke kemampuan oli motor tersebut beradaptasi pada suhu rendah dan tinggi.

Melansir Otomotif.com, sebagai contoh Anda membeli oli dengan SAE 20W-50, artinya suatu oli motor memiliki kemampuan (yang telah diuji berdasarkan standard) dan distarter pada suhu (minus) -10’C, dialirkan ke dalam mesin motor sampai suhu -20’C dan memiliki minimum kekentalan tertentu pada suhu tinggi 150’C.

oil

Oli motor SAE 10W-40 biasanya memiliki kemampuan tingkat beku sampai -30’C dan juga memiliki tingkat didih sampai dengan 150’C. Sedangkan oli dengan SAE 15W-50 memiliki kemampuan tingkat beku sampai -25’C dan memiliki kemampuan tingkat didih sampai 150’C.

 

Jadi semakin kecil angka di depan W (10W-4) maka tingkat keenceranya semakin tinggi, tetapi bukan berarti semakin encer oli motor maka semakin bagus untuk digunakan. Hal ini tergantung pada kondisi lingkungan.

kopling oli

Apablia motor Anda berada di lingkungan daerah penggunungan yang sudah pasti memiliki suhu yang dingin maka disarankan menggunakan oli dengan tingkat beku yang tinggi misalnya oli motor 10W-40 atau bisa juga dengan SAE 15W-50.

Sedangkan untuk daerah yang mempunyai suhu panas seperti Jakarta, motor sering digunakan untuk jalan-berhenti-jalan maka bisa menggunakan oli yang tingkat bekunya rendah/sedang misalnya 15W-40 atau 20W-40.