EKONOMI

Covid-19 Memicu Gelombang PHK Besar-Besaran

Covid-19
Wabah Virus Corona atau Covid-19 tidak hanya merusak aspek kesehatan namun berbagai sektor kehidupan lainnya ikut terimbas. Virus yang mencemaskan warga dunia ini juga telah memporakporandakan perekonomian.

Pandemi Covid-19 ini telah menghambat laju perindustrian sehingga mengganggu perputaran keuangan dunia usaha. bahkan beberapa perusahaan telah mengambil langkah tegas dengan merumahkan karyawannya, seperti halnya yang ditempuh oleh beberapa maskapai penerbangan.

Industri penerbangan mengalami kondisi sulit, karena Covid-19 telah meluluhlantakkan sektor pariwisata. Sebab sektor pariwisata hingga kini merupakan andalan dunia penerbangan di seluruh dunia.

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mengungkapkan, industri penerbangan telah dihabisi oleh COVID-19. Sebab salah satu memutus mata rantai Covid-19 adalah dengan menghentikan operasi.

"
"

Langkah antisipasi yang ditempuh ini tentu juga berdampak terhadap karyawan di berbagai bidang di operasi tersebut, seperti pilot, awak kabin, teknisi, dan karyawan pendukung lain mulai dirumahkan satu-persatu alias pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Diramalkan apabila penuntasan pandemi COVID-19 semakin tidak pasti hal ini akan membuat industri penerbangan semakin terpuruk,” ujar Ketum INACA, Denon Prawiratmadja, dalam konferensi persnya, Kamis (26/3/2020).

Bahkan kata Denon sebagiannya akan menghentikan operasinya karena bangkrut.

Covid-19 juga telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan buruh. Kalangan buruh menilai bila pemerintah terus bersikap tak serius dalam menangani wabah COVID-19, setidaknya itulah yang mereka rasakan, akan ada potensi kerugian besar yang mengancam di masa depan.

“Kita prediksi kalau ini (penyebaran virus) nggak cepat dihentikan, puluhan sampai ratusan ribu buruh terancam PHK. Dampak domino dari efek Corona terhenti kan ekonomi ini,” ujar Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Kahar S Cahyono, dikutip CNBC Indonesia.

BACA JUGA:  Waspada! Pinjaman Online Ilegal Bertebaran Selama COVID-19

Kahar menilai iklim usaha saat ini sudah tidak normal. Bila tidak segera diatasi, dapat berpotensi terjadinya resesi dan PHK besar-besaran.

“Kalau nggak cepat diselesaikan, bisa terjadi resesi dan PHK besar-besaran mengancam. Apalagi kita tahu ritel udah mulai menutup, termasuk Tanah Abang. Artinya produksi untuk menjual barang itu udah nggak terjual lagi, ujung-ujungnya PHK,” ujar Kahar.

Namun saat ini pemerintah terus memberikan stimulus ekonomi agar PHK besar-besaran bisa dicegah. Seperti kelonggaran pembayaran cicilan dan diskon tarif listrik yang sempat disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Comments

comments

loading...