Beranda HUKUM Duda Ini Gunakan KTP Polisi Palsu agar Bisa Tiduri Wanita Bersuami di...

Duda Ini Gunakan KTP Polisi Palsu agar Bisa Tiduri Wanita Bersuami di Wonosari

Duda
Seorang duda, Rd (41) warga Ciracas Jakarta Timur ini menggunakan KTP Polisi palsu agar bisa menginap di rumah seorang wanita, Her (38) yang belum resmi bercerai dari suaminya.

Duda Rd sengaja datang dari Jakarta untuk menginap di rumah kekasihnya Her warga Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul.

BACA JUGA:  Tiara Gadis Usia 17 Tahun Ini Dirampok dan Ditendang Hingga Terlempar Keluar Angkot

Demi diperkenankan menginap di rumah Her, Rd terpaksa harus memalsukan KTP. Namun kedoknya terbongkar ketika Ketua RT dan Kepala Dukuh memaksanya menyerahkan KTP asli miliknya.

Karena diketahui menggunakan KTP palsu dengan identitas seorang polisi, maka Rd terpaksa diamankan ke Mapolsek Wonosari Gunungkidul. Apalagi Her sendiri merupakan seorang wanita yang belum resmi bercerai dari suaminya.

BACA JUGA:  Hashim: Edhy Prabowo Anak Selokan yang Dipungut Prabowo 25 Tahun Lalu

Kapolsek Wonosari, Kompol Mugiman mengungkapkan, pasangan tak resmi yang tengah dimabuk asmara ini diamankan Polsek Wonosari Minggu malam. Keduanya diamankan karena diduga melakukan perselingkuhan.

Tak hanya itu Rd juga terjerat sanksi pemalsuan dokumen kependudukan. “Kami masih mendalami secara intensif kasus ini,” ujar Mugimin, Senin (12/10/2020).

BACA JUGA:  Hati-Hati! Begal Payudara Juga Cabuli Bocah 10 Tahun

Minggu (11/10/2020) pagi pukul 08.00 WIB saat Rd berkunjung ke rumah Her di Kalurahan Karangrejek. Rd dan Her yang memang sudah lama memadu kasih karena Rd mengaku berstatus duda cerai dan Her adalah pisah ranjang dalam proses cerai.

Pasangan tersebut kalap karena seharian penuh berada di dalam rumah. Keduanya bercengkerama hingga pukul 18.30 WIB. Karena masih merasa belum puas maka Rd memutuskan untuk menginap ke rumah Her.

BACA JUGA:  Gus Miftah: Penangkapan Ustaz Maaher Bukan Kriminalisasi Ulama

Rd yang mengaku sebagai anggota kepolisian ini lantas bergegas ke rumah RT setempat. “Dia datang ke Rumah RT untuk meminta izin menginap,” jelasnya.

Rd kemudian memberikan fotocopy KTP sebagai dokumen kependudukan izin menginap. Dalam Fotokopi KTP yang diterima Sang Ketua RT Suharyono, nama Rd tertulis sebagai Bintang Erlangga yang bekerja sebagai polisi.

BACA JUGA:  PJJ: Seorang Pelajar Dipukuli Ayah Tirinya karena Tak Bisa Kerjakan PR

Namun Ketua RT menolaknya karena warganya tersebut belum resmi bercerai, Suharyono pun melakukan langkah antisipasi.

Ketua RT tersebut lantas membawa Rd ke rumah dukuh setempat, Suwarno (55). Begitupula dengan Suwarno, ia menolak dengan alasan yang sama. Di samping itu keduanya juga curiga dengan fotokopi KTP yang diserahkan karena nampak editan.

BACA JUGA:  Oknum Polisi Ancam Bunuh Rizieq Shihab Melalui Video Kini Diperiksa Propam

Perangkat dukuh tersebut tersebut lantas meminta KTP asli Rd. Rd menunjukkannya, namun kecurgiaan keduanya tak selesai sampai disini. Keduanya lantas melaporkan peristiwa tersebut ke Bhabinkambtibmas setempat.

“Babinkamtibmas Karangrejek menerima laporan untuk dimintai tolong agar mengecek apakah yang bersangkutan ini benar polisi atau bukan. Ternyata bukan,” jelasnya.

Di hadapan polisi, pria yang mengaku bernama Bintang tersebut bernama asli Rd. Ia juga bukan merupakan anggota kepolisian dan hanya warga biasa. Karena tertangkap tangan memalsukan dokumen, Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIB, dua sejoli ini diamankan ke Mapolsek Wonosari.

BACA JUGA:  Vicky Prasetyo Laporkan Mantan Istri ke Polisi

“Dari tangan pelaku kami amankan KTP palsu, 1 buah Jamsostek atas nama Rd dan juga fotocopy KK atasnama kepala keluarga Rd. Rd memang berstatus sebagai duda,” kata Kompol Mugiman.

Her sendiri mengaku telah tiga kali berhubungan badan dengan Rd. Ia mengaku hamil satu bulan. Sedangkan Rd mengaku telah memalsukan dokumen kependudukannya dengan meminta tolong salah satu mahasiswa di Jogja.

BACA JUGA:  Benny Wenda Deklarasikan Kemerdekaan Papua Barat, Apakah Sah dalam Hukum Internasional?

Atas kejadian perzinahan ini keduanya melanggar pasal 284 KUHP dengan ancaman 9 bulan penjara. Sedangkan Rd melakukan pemalsuan dokumen KTP sebagaimana dimaksud dalam UU 24 tahun 2013 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan pasal 93 dan pasal 263 KUHP.

“Ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp. 75juta,” pungkasnya.

loading...
Apa Tanggapan Anda Tentang Media Ini?