Beranda HUKUM Firli Bahuri Divonis Bersalah Melanggar Etik Karena Bergaya Hidup Mewah

Firli Bahuri Divonis Bersalah Melanggar Etik Karena Bergaya Hidup Mewah

Firli Bahuri
Ketua KPK, Firli Bahuri divonis bersalah oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK karena telah melanggar etik bergaya hidup mewah.

Keputusan Dewas KPK ini dibacakan pada sidang dugaan pelanggaran etik Ketua KPK, Komjen Firli Bahuri. Dan menyatakan Firli bersalah melanggar etik soal larangan bergaya hidup mewah.

Putusan ini diambil setelah Dewas memeriksa Firli Bahuri dan beberapa pihak, termasuk pelapor yakni Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

BACA JUGA:  Wanita Bersuami Dibunuh Setelah 2 Kali Berhubungan Badan dengan Kekasih Gelapnya

“Mengadili, menyatakan terperiksa terbukti melanggar kode etik,” ujar Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean, dalam sidang terbuka yang disiarkan secara live streaming pada Kamis (24/9).

“Menghukum terperiksa dengan sanksi ringan teguran tertulis dua yaitu agar terperiksa tidak mengulangi perbuatan,” ujar Tumpak.

Tumpak menyatakan Firli melanggar beberapa pasal di Peraturan Dewan Pengawas KPK Nomor 2 Tahun 2020 yakni Pasal 4

BACA JUGA:  Setubuhi Adik Ipar Sejak Kelas 5 SD Hingga SMA, Pekerja Toko Bangunan di Padang Ditangkap

(1) Dalam mengimplementasikan Nilai Dasar Integritas, setiap Insan Komisi wajib: Huruf (c): menjaga citra, harkat, dan martabat Komisi di berbagai forum, baik formal maupun informal di dalam maupun di luar negeri. Huruf (n): menyadari sepenuhnya bahwa seluruh sikap dan tindakannya selalu melekat dalam kapasitasnya sebagai Insan Komisi.

(2) Dalam mengimplementasikan Nilai Dasar Integritas, setiap Insan Komisi dilarang: Huruf (m): menunjukkan gaya hidup hedonisme sebagai bentuk empati kepada masyarakat terutama kepada sesama Insan Komisi

Pasal 8 (1) Dalam mengimplementasikan Nilai Dasar Kepemimpinan, setiap Insan Komisi wajib: Huruf (f): menunjukkan keteladanan dalam tindakan dan perilaku sehari-hari.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menyatakan Firli mengaku menggunakan heli dengan alasan efisiensi waktu. Sebab perjalanan Palembang-Baturaja cukup jauh. Sementara Firli hanya cuti satu hari.

BACA JUGA:  Elon Musk akan Buat Hukum Sendiri di Mars

Menanggapi vonis tersebut, Firli menyampaikan bahwa ia meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ia menyatakan bahwa ia tak akan mengulangi perbuatan melanggar etik seperti itu lagi.

“Kepada majelis yang saya hormati, pada kesempatan hari ini, saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mungkin tidak nyaman dan saya nyatakan putusan saya terima, saya pastikan saya tak akan mengulangi. Terima kasih,” kata Firli usai vonis dibacakan, Kamis (24/9).

BACA JUGA:  Pecatan Anggota Brimob Tembak Polisi di Medan

Dalam sidang vonis, Majelis Etik menilai Firli terbukti melanggar etik terkait dengan nilai dasar integritas dan kepemimpinan. Hal ini dikarenakan Firli dinilai bergaya hidup mewah dengan menggunakan helikopter saat berkunjung ke Baturaja, Sumatera Selatan, 20 Juni lalu.

Dengan vonis ini, menjadikan Firli pimpinan ke empat dalam sejarah KPK yang pernah melanggar etik. Sebelumnya, ada Abraham Samad dan Adnan Pandu Praja terkait dengan sprindik Anas Urbaningrum, dan Saut Situmorang terkait pernyataannya di televisi swasta nasional.

loading...