Beranda NASIONAL Gatot Nurmantyo Tantang Kepolisian Buktikan Dalang di Balik Aksi Demo UU Ciptaker

Gatot Nurmantyo Tantang Kepolisian Buktikan Dalang di Balik Aksi Demo UU Ciptaker

Gatot Nurmantyo, menantang kepolisian untuk membuktikan dalang di balik aksi unjuk rasa mementang Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini menegaskan pembuktian ini sangat penting agar tidak ada lagi saling tuduh menuduh tanpa bukti konkret.

Gatot Nurmantyo

BACA JUGA:  Mahfud MD: Kalau Terbukti Cacat, Bisa Saja UU Cipta Kerja Itu Dibatalkan

“Tidak perlu repot-repot tuduh KAMI, ada Badan Intelijen Negara, Polri silakan cari saja dalangnya. CCTV ada di tempat yang bakar-bakaran,” ujar Gatot dalam bincang-bincang di akun channel Youtube Refly Harun dikutip dari Republika, Sabtu (17/10/2020).

Gatot menilai aksi unjuk rasa itu wajar terjadi karena UU Ciptaker dianggap tak berpihak pada rakyat sehingga menurutnya, KAMI tak perlu repot-repot mendalangi massa pengunjuk rasa.

BACA JUGA:  Penggerak Demonstrasi Siang Ini akan Ditangkap Polda Metro Jaya

Gatot juga menyoroti rendahnya aspek transparansi dalam UU Ciptaker. Sehingga, masyarakat menuntut haknya.

“Rakyat ini hanya perlu informasi jelas, mahasiswa ini demo sesuai koridor hukum, mereka nanti ketika lulus kerja jadi buruh juga. Harus ada penjelasan secara terbuka,” ujar Gatot.

Gatot juga menegaskan bahwa KAMI tak akan mengambil opsi tindakan anarkis. Ia memandang kerusuhan hanya akan berdampak buruk pada kesejahteraan rakyat.

Gatot Nurmantyo

BACA JUGA:  Idham Azis: Siapapun Terlibat Kasus Suap Djoko Tjandra Kami Sikat

“Demo anarkis itu ikhtiar merusak masa depan KAMI sendiri. Tidak mungkin KAMI yang berdiri dari gerakan moral, konstitusional (melakukan kerusuhan). Buruh diri kalau kami buat kerusuhan, sudah gitu ekonomi lagi sulit,” kata Gatot.

Pemerintah sebelumnya menuduh aksi menentang UU Ciptaker didalangi dan dibiayai. Sejumlah anggota dan petinggi KAMI baru-baru ini ditangkap atas tuduhan penghasutan unjuk rasa.

loading...