Beranda HUKUM Gedung Kejaksaan Agung Sengaja Dibakar, Pengamat Intelijen: Pasti Melibatkan Orang Dalam

Gedung Kejaksaan Agung Sengaja Dibakar, Pengamat Intelijen: Pasti Melibatkan Orang Dalam

Kabareskrim
Peristiwa kebakaran Gedung Kejaksaan Agung disimpulkan oleh Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri bahwa sumber api dalam kebakaran yang melalap Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) terdapat peristiwa pidana, lantaran diduga upaya sabotase.

Sementara, pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta sudah menduga, bahwa peristiwa kebakaran Gedung Kejaksaan Agung tersebut sangat janggal jika hanya karena hubungan arus pendek.

BACA JUGA:  Wanita Bersuami Dibunuh Setelah 2 Kali Berhubungan Badan dengan Kekasih Gelapnya

“Hasil dari labfor yang akhirnya membawa kasus ini ke ranah penyidikan harus didukung agar semakin jelas apa yang terjadi,” ujar Stanislaus, Kamis (17/9/2020).

Stanislaus mengatakan, apabila benar dugaan Bareskrim disebut sebagai sabotase, maka artinya perencanaan pembakaran gedung Kejagung sudah pasti melibatkan orang dalam. Bisa pelaku sendiri atau aktor intelektualnya, apalagi kebakaran bukan dari luar tapi dari dalam.

BACA JUGA:  PSK Online Dibunuh Pelanggannya di Bekasi

“Terkait siapanya tentu harus terbukti dulu pelaku utamanya dan dilakukan interogasi sehingga dapat diketahui motif dan siapa saja yang terlibat,” ujarnya.

Namun, Stanislaus sangat yakin jika publik sudah bisa menebak siapa yang paling berkepentingan atau diuntungkan akibat kebakaran atau kerusakan di Kejagung saat itu. “Saya melihat orang yang terlibat dalam kasus-kasus besar yang sedang ditangani Kejagung, patut dicurigai diuntungkan dengan kebakaran tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA:  Setubuhi Adik Ipar Sejak Kelas 5 SD Hingga SMA, Pekerja Toko Bangunan di Padang Ditangkap

Kini, kasus Kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) telah ditingkatkan ke tahap penyidikan lantaran adanya unsur dugaan tindak pidana umum. Dengan begitu police line di TKP kebakaran resmi dibuka mulai hari ini.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, tim penyelidik gabungan yang terdiri dari Bareskrim, Direskrimum Polda Metro dan Polres Jakarta Selatan resmi membuka police line dengan disaksikan pihak Kejagung.

BACA JUGA:  Pecatan Anggota Brimob Tembak Polisi di Medan

“Sore ini pukul 16.30 WIB telah dilaksanakan penandatangan Berita Acara Pembukaan (BAP) police line dari tim penyelidik gabungan,” jelas Argo, Kamis (17/9/2020).

 

loading...