INTERNASIONAL

Google Tambahkan Fitur Video Call 100 Orang ke Gmail

google gmail
Google telah mengumumkan bahwa fitur dari aplikasi Meet milik mereka sedang dimasukkan ke dalam aplikasi Gmail di Android dan iOS, sehingga pengguna kini dapat melakukan panggilan video ke orang lain.

Sebelumnya, Google telah membuat platform obrolan videonya Meet tersedia secara gratis untuk semua orang bulan lalu, serta mengintegrasikannya ke klien web Gmail-nya. Pengguna dapat membuat pertemuan virtual hingga 100 orang sekaligus.

Meskipun Google Meet dapat diinstal sebagai aplikasi sendiri, pembaruan baru berarti tidak lagi diperlukan.

Tab Google Meet baru akan ditambahkan ke bagian bawah kotak masuk Gmail, memberi orang akses cepat ke fungsi tersebut.

BACA JUGA:  Elon Musk Klaim Chip Buatannya Obati Kecanduan dan Depresi

Mengklik tab itu akan menunjukkan kepada pengguna setiap pertemuan yang telah mereka jadwalkan di Kalender Google, serta memungkinkan mereka untuk bergabung dengan rapat itu dalam satu klik.

Tombol “Pertemuan baru” pada tab itu juga akan memungkinkan Anda memulai pertemuan secara instan, secara otomatis menghasilkan link dan tombol untuk membagikan undangan dengan orang lain.

Bagi mereka yang tidak ingin fitur Meet ini dalam aplikasi Gmail mereka, itu dapat dinonaktifkan melalui menu Pengaturan di sudut kiri atas kotak masuk, dan kemudian hapus centang pada kotak Meet.

Perusahaan teknologi itu belum memberikan rincian untuk tanggal peluncuran yang tepat, tetapi mengatakan bahwa itu akan diluncurkan “dalam beberapa minggu mendatang.”

Langkah seperti itu pasti akan menjadi kompetisi yang lebih ketat untuk aplikasi lain seperti Zoom dan Microsoft Teams, dengan yang sebelumnya dalam kritik atas masalah privasi dan enkripsi end-to-end.

BACA JUGA:  Peluncuran Roket SpaceX Batal Akibat Cuaca Buruk

Baru-baru ini, Mozilla dan Electronic Frontier Foundation mengajukan petisi agar Zoom meluncurkan enkripsi end-to-end untuk semua pengguna, daripada menawarkannya sebagai fitur premium untuk akun berbayar.

Hal ini terjadi setelah CEO Zoom, Eric Yuan, mengatakan bahwa keputusan ini adalah agar perusahaan dapat bekerja lebih baik dengan penegakan hukum.

Namun, baik Google Meet maupun Microsoft Teams tidak dienkripsi end-to-end, sehingga mereka yang mencari cara aman untuk panggilan video mungkin ingin mempertimbangkan aplikasi alternatif seperti WhatsApp milik Facebook.

BACA JUGA:  FBI: China Adalah Ancaman Terbesar Bagi AS
loading...