HUKUM

Terungkap, Suami Tega Jual Istri Kepada Empat Temannya dengan Tarif Hanya Rp 50 Ribu

MS (28) seorang suami di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, tega menjual istrinya F (23) kepada 4 temannya. MS membiarkan istrinya disetubuhi oleh teman-temannya itu dengan bayaran hanya Rp 50 ribu.

Terbongkarnya kasus ini setelah keluarga korban melaporkan perilaku bejat MS ke Polsek Rejoso. Tim Resmob Suropati Satreskrim Polres Pasuruan Kota langsung bergerak dan mengamankan MS di rumahnya.

Polisi juga turut mengamankan 4 teman MS yang telah menikmati tubuh istrinya, yaitu H (36), R (34), B (33) yang merupakan warga Kecamatan Rejoso serta SR (28) warga Kecamatan Nguling. “Jadi MS ini panggil temannya ke rumah, lalu memaksa istrinya mau berhubungan badan dengan temannya di rumah. Motif awal yang kami dapatkan karena ekonomi,” ujar Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander di Mapolres, dikutip dari detik.com, Selasa (10/2/2020).

Peristiwa ini dimulai sejak Februari 2019 dan empat teman pelaku pun berkali-kali menerima layanan seks tersebut. “Sangat ironis. Suami menjual istri. Dengan B sebanyak lima kali, dengan R sebanyak empat kali, SR sebanyak 2 kali, dan H sebanyak 3 kali,” jelasnya.

Loading...

MS menjual istri dengan layanan seks Rp 50 ribu. Keterangan yang kita dapat, rekan-rekannya memberi uang Rp 50 ribu kepada si istri. Kemudian uang itu diambil MS,” kata Dony.

Bahkan pelaku juga mengakui telah merekam video hubungan badan sang istri dengan temannya, lalu menyebarkannya. Video itu kemudian diketahui keluarga korban. “Itu dilakukan di rumahnya. Dia melihat saat istrinya ‘main’. Bahkan ada yang direkam,” katanya.

MS pun mengaku bahwa niatnya menjual istrinya bukan semata persoalan ekonomi. Namun untuk memuaskan sang istri diranjang yang sering mengeluhkan keperkasaan MS. MS menikah dengan F sejak 2016 dan telah dikaruniai anak laki-laki berusia sekitar 3 tahun.

BACA JUGA:  KPU Kembali Tercoreng, Satu Lagi Komisionernya Diduga Terlibat Suap Pemilu 2019

Dikatakan oleh MS, masalah tersebut mendasari niatnya untuk memaksa istrinya berhubungan badan dengan teman-temannya. Meski ia tak menampik telah menerima uang dari layanan seks tersebut

“Awalnya guyonan (candaan). Teman saya bilang ‘Nggak suwe koen, nggak kuat ta koen?’ (Nggak lama kamu berhubungan badan dengan istrimu, kamu nggak kuat?). Akhirnya istri saya diguyoni pisan (dicandai juga),” ujar MS di Mapolres Pasuruan Kota, Senin (10/2/2020).

Candaan-candaan itu pun akhirnya menyulut niat bejatnya. Ia memanggil salah satu temannya berinisial B, warga Kecamatan Rejoso untuk datang ke rumahnya pada tengah malam di awal Februari 2019. MS kemudian menawari B untuk berhubungan badan dengan istrinya.

Awalnya istri MS menolak. Namun MS memaksa dengan memukul tubuhnya. Ia juga mengancam pisah ranjang jika istrinya tak mau melayani B. Karena takut, istrinya akhirnya mau melayani B. Tindakan ini berulang dan MS bahkan menawarkan istrinya ke 3 teman lainnya. Antara lain H (36), R (34), SR (28) warga Kecamatan Nguling. Aksi ini berlangsung hingga Januari 2020.

Alasan lain MS, ia ingin memuaskan istrinya secara seksual. Maka dari itu, ia menjual istrinya pada empat temannya. “Dia mengaku ingin memuaskan istrinya. Karena selama ini istrinya mengeluh nggak puas di ranjang. Tapi itu masih kita kembangkan,” ujar Dony.

Empat teman MS yang menikmati layanan seks dari korban sudah dimintai keterangan sebagai saksi.

R mengaku bersedia berhubungan badan dengan istri MS karena ingin membantu pelaku. Sebab, MS mengaku tak pernah bisa memberikan kepuasan pada istrinya saat berhubungan badan.

“Katanya sama dia nggak puas. Saya mau. Saya juga penasaran,” ujar R.

Pengakuan serupa diungkapkan H. Ia juga bersedia karena istri MS cantik. “Karena istrinya cantik,” terang H.

BACA JUGA:  Terungkap Dalam Sidang, Inilah Sejumlah Selebritis yang Diberi Mobil Mewah oleh Wawan

Faktanya, kata dia, perbuatan pelaku memenuhi unsur tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga, tindak pidana perdagangan orang dan pornografi.

“Kasus ini masih dalam pengembangan. Yang pasti MS sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” pungkas Dony.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander menanggapi semua keterangan saksi-saksi. Menurut dia, keterangan para aksi tersebut bermula dari dalih pelaku.

Faktanya, kata dia, perbuatan pelaku memenuhi unsur tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga, tindak pidana perdagangan orang dan pornografi.

“Kasus ini masih dalam pengembangan. Yang pasti MS sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Menurut Dony, apapun alasan MS, perbuatannya melanggar hukum. Perbuatannya memenuhi unsur Pasal 47 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau Pasal 12 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Comments

comments

Loading...
loading...