Beranda HUKUM Iklan Klinik Aborsi di Dunia Maya Dirazia Kominfo dan Cyber Crime

Iklan Klinik Aborsi di Dunia Maya Dirazia Kominfo dan Cyber Crime

Temuan kasus klinik aborsi ilegal di Percetakan Negara, Cempaka Putih, Jakarta Pusat yang sempat berpromosi daring, cukup menghebohkan.

10 orang yang berada di dalam klinik aborsi tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka atas perannya masing-masing.

Klinik ini mengiklankan jasa aborsi secara daring. Namun berbeda dengan klinik aborsi ilegal yang mencari pasien lewat media sosial, klinik ini mengiklankan jasanya dengan membuat sebuah situs web.

Klinik Aborsi

BACA JUGA:  Habib Bahar Kembali Ditetapkan Sebagai Tersangka Penganiayaan

Klinik aborsi tersebut sebenarnya sudah sejak beberapa tahun lalu. Namun sempat tutup beberapa tahun dan kemudian buka kembali sebelum akhirnya digerebek oleh polisi.

“Bagaimana cara mereka menarik pasien? Itu melalui website yang ada. Ada satu website, website itu adalah klinikaborsiresmi.com,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Kamis, 24 September 2020.

BACA JUGA:  Pecatan Anggota Brimob Tembak Polisi di Medan

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan klinik ilegal tersebut.

“Klinik ini sudah bekerja sejak 2017, ini pun sebelumnya di tahun 2002-2004, juga pernah buka klinik tersebut dan sempat tutup, di tahun 2017 dia buka lagi sampai sekarang ini,” kata Yusri.

Kini, Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menutup situs yang mengiklankan jasa aborsi ilegal. “Ke depan kami koordinasi dengan Kominfo dan cyber crime untuk patroli,” kata Yusri Yunus.

 

loading...